Diduga Salah Tangkap, Penjual Kerupuk Minta Keadilan ke Polda Sumsel
Senin, 22 November 2021 - 19:15 WIB
"Tolong pak anak kami salah tangkap, pelaku jambret ponsel yang ada di CCTV bukan anak kami," ujar Apida sembari menangis, Senin (22/11/2021).
Apida menjelaskan, bahwa saat terjadinya perkara penjambretan di Jalan Dwikora, Ilir Timur I Palembang, anaknya sedang berada di rumah, karena sakit usai mengalami kecelakaan ketika pulang kerja.
Baca: Dorong Motor karena Kehabisan BBM, Pemuda di Palembang Diserang Gerombolan Bersenjata
"Anak kami ada di rumah karena kakinya sakit, tangannya juga luka karena kecelakaan saat pulang kerja sebagai buruh bangunan. Tiba-tiba Polisi datang ke rumah dan langsung menangkap anak kami," ucapnya.
Apida juga mengaku, saat itu dirinya telah melakukan upaya pembelaan kepada pihak kepolisian dengan menjelaskan bahwa pelaku pencurian yang terekam dalam CCTV bukanlah anaknya. Dan saat ini anaknya dijatuhkan vonis hukuman penjara selama dua tahun.
Apida menjelaskan, bahwa saat terjadinya perkara penjambretan di Jalan Dwikora, Ilir Timur I Palembang, anaknya sedang berada di rumah, karena sakit usai mengalami kecelakaan ketika pulang kerja.
Baca: Dorong Motor karena Kehabisan BBM, Pemuda di Palembang Diserang Gerombolan Bersenjata
"Anak kami ada di rumah karena kakinya sakit, tangannya juga luka karena kecelakaan saat pulang kerja sebagai buruh bangunan. Tiba-tiba Polisi datang ke rumah dan langsung menangkap anak kami," ucapnya.
Apida juga mengaku, saat itu dirinya telah melakukan upaya pembelaan kepada pihak kepolisian dengan menjelaskan bahwa pelaku pencurian yang terekam dalam CCTV bukanlah anaknya. Dan saat ini anaknya dijatuhkan vonis hukuman penjara selama dua tahun.
Lihat Juga :