Kasus COVID-19 di 37 Kabupaten/Kota Meningkat, Ini Penyebabnya

Rabu, 17 November 2021 - 23:09 WIB
Hal ini sangat penting untuk bisa mengevaluasi langkah yang perlu dilakukan. Menurutnya, kondisi pandemi yang tengah melandai juga tidak lepas karena konsistensi dalam melaksanakan PPKM sesuai level. Baca juga: Bupati dan Pejabat Simalungun Dilaporkan Langgar Prokes ke Polda Sumut

"Kemudian juga ada peningkatan vaksinasi dan perluasan penggunaanaplikasi PeduliLindungi untuk memastikan orang yang berada di ruang publik adalah sehat atau dengan risiko minimal. Kampanye 3 M (menggunakan masker, jaga jarak, dan juga rajin mencucitangan red) pun terus dilakukan," bebernya.

Tekait libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Sonny berharap semua pihak betul-betul mematuhi protokol kesehatan (Prokes), melaksanakan arahan pemerintah, membangun kesadaran dan disiplin kolektif. "Pengalaman bahwa setiap libur panjang selalu beresiko terjadi peningkatan kasus COVID-19, harus jadi perhartian," ujarnya.

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono pun mengingatkan, jangan sampai masyarakat euforia dengan kondisi pandemi yang melandai. Miko menilai, masyarakat cenderung gampang lupa dengan badai

"COVID-19 yang terjadi pada Juli 2021 lalu, hampir tiap hari kita mendengar kabar duka. Tapi sayangnya masyarakat gampang lupa, protokol kesehatan mulai abai," ujarnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!