PSBB Diterapkan, Jerit Sopir Angkot: Penumpang Sedikit, Pendapatan Semakin Minim

Rabu, 22 April 2020 - 12:48 WIB
Kondisi tersebut menyebabkan pendapatan para sopir angkot semakin menipis karena tak ada penumpang yang menggunakan jasa mereka. Padahal kehidupan ekonomi mereka sangat bergantung dari sedikit banyaknya jumlah penumpang yang mereka angkut.

Jay (50), sopir angkot jurusan Cicadas-Cibiru mengatakan, PSBB sangat berdampak terhadap pendapatan para sopir angkot. Pembatasan jumlah maksimal lima penumpang, menyebabkan pendapatan yang diperoleh hanya Rp25 ribu per hari.



Pendapatan tersebut, kata Jay, sangat tak sebanding dengan beban operasional angkot. Dalam satu hari, dia harus mengeluarkan uang untuk bensin dan makan. "Sejak Corona merebak, penumpang sudah sedikit. Apalagi PSBB diterapkan, pendapatan kami pasti akan lebih minim lagi," kata Jay.

Akibat pendapatan sangat minim, untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, Jay terpaksa meminjam uang dari teman. Sementara, bantuan dari pemerintah berupa sembako atau uang tunai, Jaya mengaku belum mendapatkannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!