PSBB Diterapkan, Jerit Sopir Angkot: Penumpang Sedikit, Pendapatan Semakin Minim
Rabu, 22 April 2020 - 12:48 WIB
Budiman (44), sopir angkot lainnya, menuturkan, minimnya penumpang mulai dirasakan sejak sekolah dan perkantoran di Bandung mulai diliburkan dan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah pada 16 Maret lalu.
"Sejak 16 Maret sepi. Para sopir angkot mulai kelabakan. Penumpang sepi. Untuk makan saja susah. Dengan PSBB, dipastikan jumlah penumpang akan semakin berkurang. Saya dari pagi sampai siang belum ada penumpang yang naik," tutur Budiman.
Meski kehidupan semakin sulit, Budiman mengungkapkan, sebagian besar sopir angkot belum pernah menerima bantuan meskipun didata oleh rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). "Bantuan sembako belum pernah ada. Bantuan kadang dari perorangan," ungkap dia.
"Sejak 16 Maret sepi. Para sopir angkot mulai kelabakan. Penumpang sepi. Untuk makan saja susah. Dengan PSBB, dipastikan jumlah penumpang akan semakin berkurang. Saya dari pagi sampai siang belum ada penumpang yang naik," tutur Budiman.
Meski kehidupan semakin sulit, Budiman mengungkapkan, sebagian besar sopir angkot belum pernah menerima bantuan meskipun didata oleh rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). "Bantuan sembako belum pernah ada. Bantuan kadang dari perorangan," ungkap dia.
(awd)
Lihat Juga :