Residivis di Lutra Nyaris Tewas Ditembak Polisi Berkali-kali
Senin, 11 Oktober 2021 - 23:48 WIB
Tak hanya mendapat lima luka tembakan, pelaku juga diduga mendapat penganiayaan berat, terbukti dengan adanya luka terbuka di pelipis kiri dan luka di batok kepala yang diduga berasal dari hantaman benda tumpul.
Baca juga: Siasat Gajah Mada dan Persaingan Menumpas Pemberontakan Sadeng dan Keta
Pihak keluarga mengaku kecewa dengan tindakan aparat kepolisian yang dianggap berlebihan, karena melakukan tembakan bertubi-tubi terhadap satu orang bahkan ada dugaan unsur penganiayaan berat di dalamnya.
“Kami minta polisi bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan kepada keluarga kami, karena kami anggap tindakan itu sudah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) karena membuat pelaku terancam alami cacat seumur hidup,” tegas adik pelaku, Hamka.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Amri membenarkan aksi penembakan yang dilakukan oleh anggotanya di lapangan.
Baca juga: Siasat Gajah Mada dan Persaingan Menumpas Pemberontakan Sadeng dan Keta
Pihak keluarga mengaku kecewa dengan tindakan aparat kepolisian yang dianggap berlebihan, karena melakukan tembakan bertubi-tubi terhadap satu orang bahkan ada dugaan unsur penganiayaan berat di dalamnya.
“Kami minta polisi bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan kepada keluarga kami, karena kami anggap tindakan itu sudah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) karena membuat pelaku terancam alami cacat seumur hidup,” tegas adik pelaku, Hamka.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Amri membenarkan aksi penembakan yang dilakukan oleh anggotanya di lapangan.
Lihat Juga :