Ada 2 Pertanyaan Dibenak Publik Muncul Terkait Pembatalan Keberangkatan Haji 2020
Selasa, 02 Juni 2020 - 17:27 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara H Muh Nuh menyebut ada dua hal yang perlu segera diklarifikasi pemerintah soal pembatalan keberangakan jamaah haji 2020. (Foto/Ist)
MEDAN - Keputusan pemerintah melalui Kementerian Agama yang membatalkan keberangkatan jamaah haji 2020 menyisakan setidaknya ada dua pertanyaan dibenak publik.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara H Muh Nuh menyebut ada dua hal yang perlu segera diklarifikasi pemerintah yakni; apakah memang Pemerintah Saudi sebagai tuan rumah menutup kehadiran kaum muslimin untuk berhaji di Tanah Suci, sebagaimana tidak diizinkannya umrah belakangan ini. (BACA JUGA: Pemerintah Batalkan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2020)
"Kalau Saudi membuka, paling tidak untuk sebagian jamaah, bukan semua kuota, sayang sekali peluang ibadah kaum muslimin yang sudah sangat rindu Baitullah terhalang," kata senator senior ini dalam pesannya yang dikirim, Selasa (2/6/2020).
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara H Muh Nuh menyebut ada dua hal yang perlu segera diklarifikasi pemerintah yakni; apakah memang Pemerintah Saudi sebagai tuan rumah menutup kehadiran kaum muslimin untuk berhaji di Tanah Suci, sebagaimana tidak diizinkannya umrah belakangan ini. (BACA JUGA: Pemerintah Batalkan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2020)
"Kalau Saudi membuka, paling tidak untuk sebagian jamaah, bukan semua kuota, sayang sekali peluang ibadah kaum muslimin yang sudah sangat rindu Baitullah terhalang," kata senator senior ini dalam pesannya yang dikirim, Selasa (2/6/2020).
Lihat Juga :