Strategi Promosi Batik Rongkong Butuh Langkah Berani
Minggu, 03 Oktober 2021 - 08:22 WIB
Menurut Jumail, batik Rongkong memiliki filosofi yang memegang teguh adat dan kearifan lokal. “Saya pernah mendengar bahwa batik ini ada filosofinya atau maknanya, yaitu persatuan, saling menyayangi dan saling mengasihi,” ungkapnya.
Filosofi itu, kata dia, telah dituangkan dalam bentuk tulisan lontara yang kemudian menjadi motif khas batik Rongkong. “Batik ini sudah sangat dikenal, tak hanya di Luwu Utara, tapi juga di luar Luwu Utara,” ungkapnya lagi.
Meski sudah dikenal, lanjut dia, tapi batik ini masih perlu strategi pemasaran yang lebih baik agar batik Rongkong bisa betul-betul dimiliki, tak hanya masyarakat Luwu Utara, tetapi juga masyarakat di seluruh Indonesia. Mengingat batik adalah warisan budaya Nusantara yang wajib dilestarikan.
“Kalau kita menginginkan batik Rongkong dikenal, maka upaya promosi harus dilakukan, tentu dimulai dari daerah kita sendiri,” tutur mantan Staf Ahli Bupati ini.
“Masyarakat Luwu Utara harus berani dan mau memakainya di setiap event, baik event pemerintah maupun event kemasyarakatan laijnya, karena dengan memakainya, maka secara tidak langsung akan terpromosikan keluar,” tambahnya.
Meski begitu, cara ini harus ditunjang oleh adanya sebuah terobosan dan langkah berani yang mesti dilakukan. Salah satunya adalah memproduksinya dalam jumlah yang besar, lalu memasarkannya keluar.
“Strategi pemasaran supaya batik ini lebih dikenal, tentu semua harus merasa memiliki batik ini. Kalau kita sudah merasa memiliki dan kita juga memakainya, tentu akan diikuti oleh orang lain,” jelas dia.
Filosofi itu, kata dia, telah dituangkan dalam bentuk tulisan lontara yang kemudian menjadi motif khas batik Rongkong. “Batik ini sudah sangat dikenal, tak hanya di Luwu Utara, tapi juga di luar Luwu Utara,” ungkapnya lagi.
Meski sudah dikenal, lanjut dia, tapi batik ini masih perlu strategi pemasaran yang lebih baik agar batik Rongkong bisa betul-betul dimiliki, tak hanya masyarakat Luwu Utara, tetapi juga masyarakat di seluruh Indonesia. Mengingat batik adalah warisan budaya Nusantara yang wajib dilestarikan.
“Kalau kita menginginkan batik Rongkong dikenal, maka upaya promosi harus dilakukan, tentu dimulai dari daerah kita sendiri,” tutur mantan Staf Ahli Bupati ini.
“Masyarakat Luwu Utara harus berani dan mau memakainya di setiap event, baik event pemerintah maupun event kemasyarakatan laijnya, karena dengan memakainya, maka secara tidak langsung akan terpromosikan keluar,” tambahnya.
Meski begitu, cara ini harus ditunjang oleh adanya sebuah terobosan dan langkah berani yang mesti dilakukan. Salah satunya adalah memproduksinya dalam jumlah yang besar, lalu memasarkannya keluar.
“Strategi pemasaran supaya batik ini lebih dikenal, tentu semua harus merasa memiliki batik ini. Kalau kita sudah merasa memiliki dan kita juga memakainya, tentu akan diikuti oleh orang lain,” jelas dia.
Lihat Juga :