Komplotan Pengedar Uang Palsu Dibekuk, Bermodal Kertas Roti untuk Produksi

Jum'at, 01 Oktober 2021 - 19:27 WIB
Kemudian uang yang sudah dicetak diedarkan oleh dua pelaku lain. Sasarannya adalah warung kelontong dan pasar tradisional. Mereka setiap hari membelanjakan uang palsu ke toko dan pasar.

Para pelaku berbelanja dengan uang palsu pecahan Rp100.000 dengan harga belanja Rp10.000. Pelaku pun mendapatkan uang kembalian Rp90.000 yang asli. (Baca juga; Belanja HP Lewat Online, Pria di Magetan Ditangkap Polisi karena COD Pakai Uang Palsu )

Komplotan ini sudah beraksi sejak 2017 dan selama ini aksinya berjalan mulus. Aksi mereka terbongkar ketika beraksi di Pasar Pal. Satu pelaku ditangkap kemudian dikembangkan hingga tertangkap tiga pelaku lainnya. “Motifnya ekonomi. Mereka ingin untung banyak,” ujar Kapolres.

Seorang pelaku berinisial H mengaku dalam sebulan bisa memproduksi uang palsu sebanyak Rp15 juta. Untuk mencetak uang palsu dia mengeluarkan modal Rp4 juta untuk membeli mesin cetak dan bahan lain. “Sebulan bisa produksi Rp15 juta. Saya dapat nggak banyak, cuma Rp2 juta,” katanya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!