Kondisi Keamanan dan Pandemi Covid-19 Dinilai Jadi Penghambat Pembangunan

Rabu, 29 September 2021 - 13:31 WIB
Ia menyatakan daerah Puncak membutuhkan pembangunan infrastruktur yang banyak, karena daerah baru dimekarkan, berada di daerah tersulit, terpencil. Ia juga menyampaiakan pihaknya sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat maupun provinsi melalui dana Otsus untuk pembangunan jalan dan jembatan,lapangan terbang. Namun jika keamanan tidak kondusif, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.

Sehingga alumni strata dua Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengimbau pada para inteletual, politikus asal Puncak, maupun masyarakat untuk bersama-sama memberikan jaminan keamanan di Puncak, sehingga pembangunan bisa jalan dengan maksimal.

“Kita sama-sama hadirkan surga di Kabupaten Puncak, ada keamanan yang baik, kedamaian, dengan demikian pembanguhan bisa berjalan dengan baik, masyarakat sejahtera, maka apa yang disebut surga yang kita impikan itu bisa dinikmati di Kabupaten Puncak,” tuturnya.

Terkait dengan sorotan dari DPRD atas dana Rp17 miliar untuk penanganan Covid-19 yang dipotong dari dana kampong, Bupati menjelaskan bahwa dana itu tidak dimasukkan dalam kas daerah APBD Puncak. Namun sebab dana itu berada di tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Puncak, dan tidak bisa digunakan sembarangan, serta pengawasannya sangat ketat.

“Dana itu ada di tim gugus Tugas, bisa cek di sana, kami baru pakai sebagian saja, untuk penanganan Covid-19. Dana dipergunakan untuk banyak honor dokter,m edis. Karena mereka yang bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19, persiapkan rumah sakit untuk ruang isolasi, beli vitamin, rujukan. Pemanfaatan dana itu sesuai dengan aturan, tidak bisa sembarang,kalau kami gunakan sembarang, sama saja kami gantung leher itu,” ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!