Bocah SD Nekat Seberangi Sungai Gunakan Styrofoam, Ini Penjelasan Pemkab OKI

Sabtu, 25 September 2021 - 10:15 WIB
"Sebagian besar orangtua dari anak-anak SD di desa merupakan orang berkecukupan secara finansial. Setiap rumah mereka memiliki perahu bahkan speedboat," ungkap Adi.

Menurutnya, moda transportasi utama warga di kawasan desa yang memiliki sungai selebar 250 meter tersebut adalah menggunakan Speedboat, perahu dan getek. Baca juga: Kisah Pilu Bocah 11 Tahun, Putus Sekolah Demi Rawat Ayah Lumpuh dan Adik Balita

"Desa Kuala Dua Belas dihuni sekitar 450 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di beberapa dusun, salah satunya di Dusun Buntuan. Mata pencarian mereka sehari-hari adalah nelayan dan peternak burung walet," jelas Adi.

Adi juga mengatakan, penggunaan Styrofoam untuk menyeberangi sungai sudah dianggap biasa oleh masyarakat setempat, karena ibaratnya mereka lahir saja sudah di atas air. Kendati demikian, pihaknya telah menghubungi pihak desa dan sekolah setempat untuk memberi imbauan agar jangan membiarkan anak-anak bepergian menggunakan styrofoam tersebut karena dinilai membahayakan.

"Dinas pendidikan OKI mengimbau ke sekolah agar wali murid jangan biarkan anak-anaknya berangkat ke sekolah naik stryrofoam," katanya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!