Tim Kedaireka UNM Dilepas ke Gowa, Gagas Industri Kelapa Terpadu
Jum'at, 10 September 2021 - 15:27 WIB
Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Prof Hasnawi Haris, mengatakan Matching Fund Kedaireka bukan hanya implementasi keilmuan, tetapi juga menjadi implementasi kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). “Ada dosen yang terlibat, ada mahasiswa dari lintas prodi dan perguruan tinggi, ada industri, tentu ini kolaborasi yang paripurna," kata Prof Hasnawi yang juga mantan Dekan FIS-H UNM.
Baca Juga: Rektor UNM Tegaskan Seleksi Jalur Mandiri Bukan Ajang Titip-titipan
Prof Hasnawi menjelaskan program ini diharapkan dapat mendorong capaian indikator kinerja utama UNM pada masa mendatang. ”Kegiatan seperti ini merupakan implementasi MBKM yang diharapkan dapat mendorong IKU UNM. Kita bisa membuktikan bahwa perguruan tinggi, khususnya UNM dapat mendiseminasikan gagasan dan keilmuan melalui sinergi kolaboratif dengan industri, pemerintah daerah, dan dunia kampus,” jelas Prof Hasnawi saat melepas Tim Kedaireka UNM ke Gowa.
Acara pelepasan tim Matching Fund Kedaireka UNM juga dihadiri Ketua LP2M UNM, Prof Bakhrani Rauf; Dekan FIS-H UNM, Prof Jumadi; dosen pendamping, mahasiswa, dan Tim Kedai Reka MBKM UNM. Sebelumnya, UNM juga telah melepas Tim Kedai Reka ke Kabupaten Soppeng. “Insya Allah masih akan ada yang akan di lepas di pekan depan,” kata Yasdin, Tim Kedaireka MBKM UNM.
Pada Matching Fund Kedai Reka , UNM diketahui mendapatkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar.
Baca Juga: Rektor UNM Tegaskan Seleksi Jalur Mandiri Bukan Ajang Titip-titipan
Prof Hasnawi menjelaskan program ini diharapkan dapat mendorong capaian indikator kinerja utama UNM pada masa mendatang. ”Kegiatan seperti ini merupakan implementasi MBKM yang diharapkan dapat mendorong IKU UNM. Kita bisa membuktikan bahwa perguruan tinggi, khususnya UNM dapat mendiseminasikan gagasan dan keilmuan melalui sinergi kolaboratif dengan industri, pemerintah daerah, dan dunia kampus,” jelas Prof Hasnawi saat melepas Tim Kedaireka UNM ke Gowa.
Acara pelepasan tim Matching Fund Kedaireka UNM juga dihadiri Ketua LP2M UNM, Prof Bakhrani Rauf; Dekan FIS-H UNM, Prof Jumadi; dosen pendamping, mahasiswa, dan Tim Kedai Reka MBKM UNM. Sebelumnya, UNM juga telah melepas Tim Kedai Reka ke Kabupaten Soppeng. “Insya Allah masih akan ada yang akan di lepas di pekan depan,” kata Yasdin, Tim Kedaireka MBKM UNM.
Pada Matching Fund Kedai Reka , UNM diketahui mendapatkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar.
(tri)
Lihat Juga :