Absen Belajar Daring, Jumlah Siswa Tinggal Kelas Diprediksi Meningkat
Senin, 06 September 2021 - 07:28 WIB
Amalia mengatakan, dari hasil survei di tingkat PAUD, dari 636 responden, sebanyak 75,6% orang tua memutuskan menarik anaknya untuk berhenti sekolah.
Sebanyak 92,8% orang tua beralasan anaknya tidak sedang mengikuti pembelajaran dengan metode daring. Disusul alasan kedua sebanyak 24% akibat biaya. Selain masalah tersebut, penyebab lainnya adalah persoalan peranti.
"Selain karena memang alat gadget yang tidak memadai, bahkan ada yang tidak ada. Anak-anak itu mamang sudah jenuh dan tidak konsentrasi," lanjutnya.
Kondisi tersebut tidak berbeda jauh antara tingkat SD dan SMP, sehingga pendataan segera dilakukan.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) Kota Makassar, Suarman memaklumi jika kemudian jumlah siswa yang tinggal kelas cukup tinggi.
Baca Juga: Dewan Pendidikan Makassar Desak Lakukan Uji Coba PTM
Menurutnya, metode pembelajaran daring tidak efektif lantaran banyak hambatan dan kendala yang dialami guru dan murid.
Sebanyak 92,8% orang tua beralasan anaknya tidak sedang mengikuti pembelajaran dengan metode daring. Disusul alasan kedua sebanyak 24% akibat biaya. Selain masalah tersebut, penyebab lainnya adalah persoalan peranti.
"Selain karena memang alat gadget yang tidak memadai, bahkan ada yang tidak ada. Anak-anak itu mamang sudah jenuh dan tidak konsentrasi," lanjutnya.
Kondisi tersebut tidak berbeda jauh antara tingkat SD dan SMP, sehingga pendataan segera dilakukan.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) Kota Makassar, Suarman memaklumi jika kemudian jumlah siswa yang tinggal kelas cukup tinggi.
Baca Juga: Dewan Pendidikan Makassar Desak Lakukan Uji Coba PTM
Menurutnya, metode pembelajaran daring tidak efektif lantaran banyak hambatan dan kendala yang dialami guru dan murid.
Lihat Juga :