Bupati dan Wakil Bupati Maluku Barat Daya Ikuti HUT ke-76 Maluku
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 18:47 WIB
“Marilah kita berubah, saya teringat pada satu kata mutiara, pada akhirnya nanti seorang pengecut tak akan pernah mau melangkah menuju perubahan, seorang lemah akan sampai pada titik ia selesai dengan upaya dan perjuangannya. Seorang pemenang pada akhirnya tak akan berhenti, ia tidak akan pantang menyerah dengan perubahan yang menuju ke arah yang lebih baik,” kata Gubernur.
Gubernur juga menambahkan pesan bagi kaum muda di Maluku, agar jangan kehilangan idealisme, karena itu harta terakhir yang dimiliki.
“Karena jika idealisme bisa dibeli, maka tidak punya harga diri lagi selama-lamanya. Jadi anak muda jangan berpikir terlalu realistis, tapi diharapkan dapat berpikir optimis. Kita harus hidup dan tetap hidup, serta bermanfaat bagi orang lain. Kita tidak bisa memilih kita lahir dimana, warna kulit seperti apa, dari kampung mana kita datang dan dari daerah mana kota berasal, ini adalah anugerah. Tetapi apa yang bisa kita lakukan saat ini apakah bermanfaat untuk orang lain atau tidak,” ujarnya.
Lanjut kata Gubernur, semua pujian, cacian dan cercaan menjadi oksigen dan bahan bakar agar tetap bergerak maju ke depan untuk kemaslahatan orang banyak. "Untuk itu, jangan hanya bisa menjadi pemandu tapi harus menjadi pemain dan harus turun ke lapangan untuk menentukan strategis mana yang harus diperangi," tuturnya.
Gubernur juga menambahkan pesan bagi kaum muda di Maluku, agar jangan kehilangan idealisme, karena itu harta terakhir yang dimiliki.
“Karena jika idealisme bisa dibeli, maka tidak punya harga diri lagi selama-lamanya. Jadi anak muda jangan berpikir terlalu realistis, tapi diharapkan dapat berpikir optimis. Kita harus hidup dan tetap hidup, serta bermanfaat bagi orang lain. Kita tidak bisa memilih kita lahir dimana, warna kulit seperti apa, dari kampung mana kita datang dan dari daerah mana kota berasal, ini adalah anugerah. Tetapi apa yang bisa kita lakukan saat ini apakah bermanfaat untuk orang lain atau tidak,” ujarnya.
Lanjut kata Gubernur, semua pujian, cacian dan cercaan menjadi oksigen dan bahan bakar agar tetap bergerak maju ke depan untuk kemaslahatan orang banyak. "Untuk itu, jangan hanya bisa menjadi pemandu tapi harus menjadi pemain dan harus turun ke lapangan untuk menentukan strategis mana yang harus diperangi," tuturnya.
(atk)
Lihat Juga :