Persi Jatim Minta Anggotanya Tambah Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Jum'at, 29 Mei 2020 - 16:15 WIB
Sementara itu, Persi juga kebingungan setelah Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Universitas Airlangga (Unair) tutup uji swab. Pihaknya tak tahu harus mengirimkan sampel swab masyarakat ke mana lagi.

Karena yang ditunjuk untuk uji sampe swab hanya di dua lokasi yakni di LPT Unair dan lembaga milik Kementerian Kesehatan. "Kalau satu ditutup, akan terjadi penumpukan di tempat lainnya. Kami bingung bagaimana mengatasinya,” ujar Wakil Ketua Persi Jatim, dr Samsul Arifin, MARS.

Dia mengatakan, 382 rumah sakit di Jatim yang tergabung Persi sebagian besar melakukan tes swab. Namun untuk pengujiannya dikirim ke dua lembaga yang sudah ditunjuk. Mereka tidak bisa melakukan uji sendiri di laboratorium patologo klinis yang dimilikinya.

“Karena kita tidak punya alatnya. Kalau punya alat ya bisa kita lakukan sendiri. Dan kemungkinan bisa lebih cepat hasilnya diketahui,” ungkapnya.

Dr Samsul menyadari kemungkinan besar LPT Unair mengalami kelebihan kapasitas sehingga tidak lagi bersedia menerima uji swab. Padahal, dari hari ke hari, permintaan uji swab ini sangat besar baik dari pribadi maupun dari lembaga atau perusahaan.

“Kalau kenyataannya seperti ini, satu lembaga overload, maka pemerintah harus bertindak cepat. Misalnya memberikan alat uji swab itu ke beberapa rumah sakit yang memang memiliki persyaratan untuk melakukan uji swab sendiri,” tukasnya.

Dari ratusan rumah sakit yang tergabung dalam Persi Jawa Timur, kata dr Samsul, cukup 10 rumah sakit yang dibantu alat itu. Nantinya, rumah sakit yang sudah memiliki alat tersebut, bisa menerima sampel uji swab dari rumah sakit yang ada di sekitarnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!