Konflik Lahan Memanas, Ratusan Petani di Batanghari Nyaris Bentrok dengan PT WKS
Minggu, 15 Agustus 2021 - 07:21 WIB
Monok, selaku wakil ketua kelompok tani Terusan Bersatu mengatakan bahwa kasus ini sudah yang kesekian kalinya petani menduduki lahan, namun belum saja menemukan titik terang. Baca: Hengki Sesalkan DPRD KBB Dorong Hak Interpelasi untuk Substansi yang Tak Jelas.
"Kami meminta agar pemerintah kabupaten batanghari mampu menyelessikan konflik ini. Pasalnya kasus ini sudah sampai ke pusat, jika pihak PT WKS tidak juga memenuhi permintaan kami, maka kami akan tetap bertahan hingga ada penyelesaian secara tertulis hitam di atas putih," ujar Monok.
Dikatakan Monok, para petani ini menduga, sejak mereka menduduki lahan, pihak WKS sengaja menutup jalan akses keluar masuk petani dengan cara membuat lobang sedalam dua meter di badan jalan. ”Bahkan pada malam harinya pihak PT WKS diduga juga sengaja membuang limbah minyak ke aliran sungai tempat para petani mendirikan tenda," pungkasnya. Baca Juga: Gempa M 5,1 Guncang Bengkulu Terasa hingga Liwa Provinsi Lampung.
"Kami meminta agar pemerintah kabupaten batanghari mampu menyelessikan konflik ini. Pasalnya kasus ini sudah sampai ke pusat, jika pihak PT WKS tidak juga memenuhi permintaan kami, maka kami akan tetap bertahan hingga ada penyelesaian secara tertulis hitam di atas putih," ujar Monok.
Dikatakan Monok, para petani ini menduga, sejak mereka menduduki lahan, pihak WKS sengaja menutup jalan akses keluar masuk petani dengan cara membuat lobang sedalam dua meter di badan jalan. ”Bahkan pada malam harinya pihak PT WKS diduga juga sengaja membuang limbah minyak ke aliran sungai tempat para petani mendirikan tenda," pungkasnya. Baca Juga: Gempa M 5,1 Guncang Bengkulu Terasa hingga Liwa Provinsi Lampung.
(nag)
Lihat Juga :