Hakim Tinggi PTTUN Makassar Ditemukan Meninggal Dunia di Kamarnya
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 16:41 WIB
Dia menerangkan, saksi Asrianto mengaku terakhir kali bertemu sang hakim pada Kamis (12/8) malam. "Sekuriti sempat diminta untuk memijit, karena merasa kecapekan, karena sorenya itu dia (almarhum) habis main voli di PTTUN ," tutur Rais.
Rais menyebutkan almarhum sudah mendiami kosan itu sejak tiga tahun terakhir. "Di TKP itu juga ada beberapa hakim PTTUN yang tinggal, karena kan dekat dengan kantornya mereka di Jalan AP Pettarani. Kalau lamanya bertugas saya kurang tahu," tuturnya.
Saat ini, kata Rais jenazah Satibi masih ditangani Tim Dokpol Polda Sulsel di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar . "Kalau autopsi tergantung keluarganya, tapi kemungkinan besar tidak diautopsi karena keluarganya tidak minta diautopsi. (keluarganya) ada di Jakarta," paparnya.
Baca juga:RSUD Andi Makkasau Buka Layanan Swab dan Rapid Gratis
Dia menambahkan petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Di TKP polisi, kata Rais tidak menemukan benda mencurigakan. "Obat-obatan tidak ada, cuman minyak kayu patih dan minyak gosok," jelasnya.
Rais menyebutkan almarhum sudah mendiami kosan itu sejak tiga tahun terakhir. "Di TKP itu juga ada beberapa hakim PTTUN yang tinggal, karena kan dekat dengan kantornya mereka di Jalan AP Pettarani. Kalau lamanya bertugas saya kurang tahu," tuturnya.
Saat ini, kata Rais jenazah Satibi masih ditangani Tim Dokpol Polda Sulsel di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar . "Kalau autopsi tergantung keluarganya, tapi kemungkinan besar tidak diautopsi karena keluarganya tidak minta diautopsi. (keluarganya) ada di Jakarta," paparnya.
Baca juga:RSUD Andi Makkasau Buka Layanan Swab dan Rapid Gratis
Dia menambahkan petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Di TKP polisi, kata Rais tidak menemukan benda mencurigakan. "Obat-obatan tidak ada, cuman minyak kayu patih dan minyak gosok," jelasnya.
Lihat Juga :