New Normal di Jabar Mengacu pada Level Kewaspadaan Daerah
Jum'at, 29 Mei 2020 - 10:19 WIB
Pemprov Jawa Barat resmi memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tingkat Provinsi Jabar secara proporsional. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
BANDUNG - Pemprov Jawa Barat resmi memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tingkat Provinsi Jabar secara proporsional. Wacana penerapan tatanan normal baru (new normal) pun dilakukan berdasarkan level kewaspadaan setiap daerah.
Kondisi tersebut menuai banyak pertanyaan masyarakat, khususnya terkait penerapan new normal yang rencananya akan diberlakukan 1 Juni 2020. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap bahwa new normal di Jabar hanyalah wacana belaka.(Baca juga; Salinan Kepgub Perpanjangan PSBB Beredar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar )
Melalui pernyataan resminya, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Setiawan Wangsaatmaja menjelaskan bahwa penerapan new normal sangat bergantung pada level kewaspadaan di setiap daerah berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PSBB.
"Besok provinsi akan mengeluarkan nilai tingkat kewaspadaan di kabupaten/kota, yang mana status PSBB tersebut akan dilakukan oleh daerah secara proposional sesuai dengan level kewaspadaan dalam skala mikro. Kondisi new normal tentu saja akan bergantung pada level kewaspadaan itu," tegas Setiawan, Kamis (28/5/2020) malam.
Kondisi tersebut menuai banyak pertanyaan masyarakat, khususnya terkait penerapan new normal yang rencananya akan diberlakukan 1 Juni 2020. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap bahwa new normal di Jabar hanyalah wacana belaka.(Baca juga; Salinan Kepgub Perpanjangan PSBB Beredar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar )
Melalui pernyataan resminya, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Setiawan Wangsaatmaja menjelaskan bahwa penerapan new normal sangat bergantung pada level kewaspadaan di setiap daerah berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PSBB.
"Besok provinsi akan mengeluarkan nilai tingkat kewaspadaan di kabupaten/kota, yang mana status PSBB tersebut akan dilakukan oleh daerah secara proposional sesuai dengan level kewaspadaan dalam skala mikro. Kondisi new normal tentu saja akan bergantung pada level kewaspadaan itu," tegas Setiawan, Kamis (28/5/2020) malam.
Lihat Juga :