Corona Merebak, Peziarah Cuci Tangan dan Jaga Jarak di Pemakaman

Selasa, 21 April 2020 - 10:56 WIB
Senada, Wandi (36) warga Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, ia dan keluarga memilih waktu sepi pengunjung baru melakukan ziarah makam.

"Memang tahun ini masa yang tidak enak menyambut bulan suci Ramadhan. Biasanya satu minggu jelang puasa sudah ramai yang ziarah makam, kini sepi," ungkapnya.

Sepinya perziarah membuat pedagang kembang musiman mengaku berkurang pendapatannya dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Biasanya sehari bisa mendapatkan Rp150-Rp200 ribu. Kini dampak Corona pendapatan jauh turun drastis akibat sepi pengunjung dan kebanyakan mereka membawa sendiri," ujar Shanti sambil menunggu datangnya pembeli kembang.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!