Bupati Pasangkayu Usulkan Bantuan Sosial Masyarakat kepada Gubernur Sulbar
Selasa, 21 April 2020 - 09:43 WIB
Lanjut Bupati Pasangkayu dua periode ini, disamping tindakan pencegahan COVID-19, yang terus kita lakukan bersama, masalah yang paling krusial kita hadapi saat ini adalah masalah social di masyarakat untuk beberapa bulan ke depan.
Untuk itu dalam rangka menghadapi puasa Ramadhan 1141 Hijriyah, yang mana kondisi masyarakat sudah sangat kekurangan bahan makanan pokok, perlu penanganan serius dari pemerintah daerah.
Untuk Kabupaten Pasangkayu telah melakukan pemotongan anggaran dari belanja OPD, untuk dipergunakan dalam pemberian bantuan sosial kepada 37.000 KK dalam sebulan kedepan. Meskipun demikian jika terjadi waktu yang panjang dalam dua bulan kedepan, maka dana yang didapatkan akan sangat tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.
Untuk itu Agus meminta kepada Gubernur Sulbar agar dapat mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri, dana desa yang ada agar dapat dipergunakan untuk bantuan sosial dengan membeli sembako yang diberikan kepada masyarakat secara langsung dimasing-masing desa. Dana desa yang diambil dari dana fisik yang belum dipergunakan disetiap desa.
"Dana desa kita alihkan dari anggaran fisik menjadi anggaran social untuk pembelian sembako. Kalau itu semua bisa dilakukan di semua desa, saya merasa permasalahan sosial ini tidak akan terlalu memberatkan pemerintah daerah," ucapnya.
Untuk itu dalam rangka menghadapi puasa Ramadhan 1141 Hijriyah, yang mana kondisi masyarakat sudah sangat kekurangan bahan makanan pokok, perlu penanganan serius dari pemerintah daerah.
Untuk Kabupaten Pasangkayu telah melakukan pemotongan anggaran dari belanja OPD, untuk dipergunakan dalam pemberian bantuan sosial kepada 37.000 KK dalam sebulan kedepan. Meskipun demikian jika terjadi waktu yang panjang dalam dua bulan kedepan, maka dana yang didapatkan akan sangat tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.
Untuk itu Agus meminta kepada Gubernur Sulbar agar dapat mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri, dana desa yang ada agar dapat dipergunakan untuk bantuan sosial dengan membeli sembako yang diberikan kepada masyarakat secara langsung dimasing-masing desa. Dana desa yang diambil dari dana fisik yang belum dipergunakan disetiap desa.
"Dana desa kita alihkan dari anggaran fisik menjadi anggaran social untuk pembelian sembako. Kalau itu semua bisa dilakukan di semua desa, saya merasa permasalahan sosial ini tidak akan terlalu memberatkan pemerintah daerah," ucapnya.
Lihat Juga :