Miris! Sopir Angkutan Umum di Cimahi Menjerit, Selama PPKM Penumpang Turun Drastis
Sabtu, 31 Juli 2021 - 17:29 WIB
Namun karena selama PPKM operasional pasar juga dibatasi, maka warga yang belanja ke pasar tidak seperti biasanya. Kondisi tersebut jelas berpengaruh terhadap penghasilan yang didapat. Sementara di sisi lain pengeluaran untuk BBM tetap harus dikeluarkan setiap kali jalan.
"Untuk bensin sehari kalau jalan full bisa nyampe Rp100 ribu, tapi kadang pemasukan kurang dan nombok. Tapi ini mobil saya sendiri jadi gak perlu setoran," terangnya.
Warga Cibeureum, Cimahi Selatan ini berharap pemerintah juga memberikan perhatian dan bantuan kepada para sopir angkutan umum. Sebab pada kondisi pandemi COVID-19 seperti sekarang, profesi seperti dirinya juga ikut terdampak karena penghasilan tidak jelas.
Kepala Seksi Angkutan, Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ranto Sitanggang mengakui ada beberapa masukan dari para pelaku usaha transportasi yang sudah disampaikan kepadanya. Seperti pengurangan biaya uji KIR dan pengurangan biaya untuk pengurusan izin-izin trayek.
"Kalau dicover dari APBD untuk memberikan kompensasi ke para sopir yang terdampak PPKM sulit. Postur anggaran juga kan mengalami refocusing, karena fokusnya pada penanganan COVID-19," terangnya.
"Untuk bensin sehari kalau jalan full bisa nyampe Rp100 ribu, tapi kadang pemasukan kurang dan nombok. Tapi ini mobil saya sendiri jadi gak perlu setoran," terangnya.
Warga Cibeureum, Cimahi Selatan ini berharap pemerintah juga memberikan perhatian dan bantuan kepada para sopir angkutan umum. Sebab pada kondisi pandemi COVID-19 seperti sekarang, profesi seperti dirinya juga ikut terdampak karena penghasilan tidak jelas.
Kepala Seksi Angkutan, Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ranto Sitanggang mengakui ada beberapa masukan dari para pelaku usaha transportasi yang sudah disampaikan kepadanya. Seperti pengurangan biaya uji KIR dan pengurangan biaya untuk pengurusan izin-izin trayek.
"Kalau dicover dari APBD untuk memberikan kompensasi ke para sopir yang terdampak PPKM sulit. Postur anggaran juga kan mengalami refocusing, karena fokusnya pada penanganan COVID-19," terangnya.
(shf)
Lihat Juga :