Marak Alih Fungsi Lahan, Penanganan Banjir di Cimahi Mesti Terintegrasi
Sabtu, 31 Juli 2021 - 00:47 WIB
"Jadi run off airnya tinggi, yang asalnya run off-nya hanya 30% aja mengalir dipermukaan, sekarang mungkin sudah 70% karena sudah jadi perumahan," ujarnya.
Menurutnya, pada saat kawasan tersebut masih berupa sawah atau kebun, manakala hujan maka air masih bisa terserap. Tapi ketika berubah menjadi kawasan hunian maka area tangkapan air berkurang, sehingga penanganannya drainase harus diperbesar.
Pihaknya secara rutin selalu melakukan pemeliharaan di seluruh sungai yang ada di Kota Cimahi, untuk penanganan banjir secara keseluruhan. Di sejumlah titik juga dilakukan perbaikan kirmir, dan peninggian tanggul sungai seperti di Melong.
"Kalau hujan kecil masih bisa ditahan oleh tanggul, tapi ketika hujan besar masih tetap bisa menyebabkan banjir. Jadi tinggi atau rendahnya debit air sangat berpengaruh," pungkasnya.
Menurutnya, pada saat kawasan tersebut masih berupa sawah atau kebun, manakala hujan maka air masih bisa terserap. Tapi ketika berubah menjadi kawasan hunian maka area tangkapan air berkurang, sehingga penanganannya drainase harus diperbesar.
Pihaknya secara rutin selalu melakukan pemeliharaan di seluruh sungai yang ada di Kota Cimahi, untuk penanganan banjir secara keseluruhan. Di sejumlah titik juga dilakukan perbaikan kirmir, dan peninggian tanggul sungai seperti di Melong.
"Kalau hujan kecil masih bisa ditahan oleh tanggul, tapi ketika hujan besar masih tetap bisa menyebabkan banjir. Jadi tinggi atau rendahnya debit air sangat berpengaruh," pungkasnya.
(msd)
Lihat Juga :