Kebijakan PPKM Darurat Tak Ganggu Kinerja Ekspor Jatim
Selasa, 27 Juli 2021 - 15:48 WIB
Menurutnya, Amerika Serikat mengalihkan order sepatu ke Indonesia, karena Vietnam kebanjiran permintaan hingga overload. Kondisi ini sebagai dampak dari perang dagang Amerika Serikat dengan China. Saat ini, kata dia, industri sepatu di Jatim lebih banyak mengandalkan pasar ekspor mengingat daya serap dari pasar domestik. “Hal ini akibat belum pulihnya aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan anak sekolah yang hanya bisa dilakukan secara daring,” katanya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, selama Januari - Juni 2021 atau semester I, ekspor Jatim mencapai USD10,92 miliar atau naik 13,24% dibandingkan Januari - Juni 2020. Komoditas yang paling banyak diekspor selama periode tersebut adalah komoditas minyak petroleum mentah, yakin 8,94% atau sebesar USD 976,18 juta.
Disusul tembaga dimurnikan berupa katoda dan bagian dari katoda dengan peranan sebesar 7,43% atau sebesar USD811,13 juta. Peringkat ketiga adalah komoditas sisa dan skrap dari logam mulia lainnya dengan peranan sebesar 4,60% atau dengan nilai ekspor sebesar USD 502,03 juta," kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Jatim, Umar Sjaifudin dalam rilisnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, selama Januari - Juni 2021 atau semester I, ekspor Jatim mencapai USD10,92 miliar atau naik 13,24% dibandingkan Januari - Juni 2020. Komoditas yang paling banyak diekspor selama periode tersebut adalah komoditas minyak petroleum mentah, yakin 8,94% atau sebesar USD 976,18 juta.
Disusul tembaga dimurnikan berupa katoda dan bagian dari katoda dengan peranan sebesar 7,43% atau sebesar USD811,13 juta. Peringkat ketiga adalah komoditas sisa dan skrap dari logam mulia lainnya dengan peranan sebesar 4,60% atau dengan nilai ekspor sebesar USD 502,03 juta," kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Jatim, Umar Sjaifudin dalam rilisnya.
(msd)
Lihat Juga :