Melihat Desa Pargarutan Luat Harangan di Tapsel yang Dialiri 2 Energi Listrik
Sabtu, 03 Juli 2021 - 07:09 WIB
Sebelum masuk listrik, warga di desa itu hanya mempergunakan lampu teplok untuk sarana penerangan. "Kalau malam, kami hanya mempergunakan lampu tradisional," tuturnya. Namun, semua berubah, ketika dua energi listrik tersebut masuk ke desa itu.
Lain lagi pengakuan Rahim Siregar, salah seorang tokoh masyarakat. Dikatakannya, dampak dua sumber energi tersebut, saat ini warga di tempat itu berlomba-lomba untuk membeli peralatan elektroni.
“Kemajuan ini semakin kami rasakan setelah Pemkab Tapsel pada masa kepemimpinan Syahrul M Pasaribu membuka akses ke kampung itu,” ujarnya. Baca juga: PLTA Batangtoru Tapsel, Salah Satu Investasi Indonesia di Sektor Hijau Energi
Dia mengatakan, sejak 2018, masyarakat di tempat itu tidak lagi mempergunakan jasa kuda untuk sarana transportasi. "Biasanya kami naik kuda untuk ke Sipirok, tapi sejak 2018, kami sudah bisa naik mobil apabila mau ke Sipirok sebagai ibukota kabupaten,” tandasnya.
Jaga Pembangunan yang Sudah Ada
Lain lagi pengakuan Rahim Siregar, salah seorang tokoh masyarakat. Dikatakannya, dampak dua sumber energi tersebut, saat ini warga di tempat itu berlomba-lomba untuk membeli peralatan elektroni.
“Kemajuan ini semakin kami rasakan setelah Pemkab Tapsel pada masa kepemimpinan Syahrul M Pasaribu membuka akses ke kampung itu,” ujarnya. Baca juga: PLTA Batangtoru Tapsel, Salah Satu Investasi Indonesia di Sektor Hijau Energi
Dia mengatakan, sejak 2018, masyarakat di tempat itu tidak lagi mempergunakan jasa kuda untuk sarana transportasi. "Biasanya kami naik kuda untuk ke Sipirok, tapi sejak 2018, kami sudah bisa naik mobil apabila mau ke Sipirok sebagai ibukota kabupaten,” tandasnya.
Jaga Pembangunan yang Sudah Ada
Lihat Juga :