Agar Anak Nyaman Ikuti Pembelajaran Tatap Muka, Lakukan Hal Ini

Jum'at, 02 Juli 2021 - 16:49 WIB
Menurut Rahma, pada tahap ini anak cenderung bersikap egosentris hingga ada kecenderungan untuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Misalnya, saat anak melihat temanya melakukan sesuatu yang tidak dilakukannya, maka akan muncul perasaan rendah diri.

"Oleh karena itu, anak diajak untuk peka pada keadan sekitarnya. Salah satunya saat nanti mulai pemebelajaran tatap muka, anak harus dapat bersikap beradaptasi dengan situasi seperti taat prokes, menjaga kesehatan dan tetap fokus utk belajar. Anak diajak untuk dapat bersikap mandiri saat disekolah," terangnya.

Menurut Rahma, implementasi kebijakan pembatasan kegiatan pembelajaran di sekolah berdampak signifikan pada kesehatan mental siswa, meskipun dengan derajat yang bervariasi. Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Sulut Mulai 12 Juli, Ini Syaratanya

Data yang diperoleh dari survei penilaian cepat yang dilakukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 (BNPB,2020) menunjukkan bahwa 47 persen anak Indonesia merasa bosan di rumah, 35 persen merasa khawatir ketinggalan pelajaran, 15 persen anak merasa tidak aman, 20 persen anak merindukan teman-temannya dan 10 persen anak merasa khawatir tentang kondisi ekonomi keluarga.

Untuk itu Rahma menyarankan, 2 minggu sebelum kegiatan PTM dilaksanakan, maka biasakan anak mulai dengan bangun pagi setiap hari dan tidur malam tidak lewat dari jam 9, mengerjakan tugas sendiri, mempersiapkan dan membereskan barang dan alat untuk belajar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!