Ridwan Kamil Ungkap Protokol New Normal di Jawa Barat
Selasa, 26 Mei 2020 - 17:22 WIB
“Nanti masuk ke dalam sebuah tempat usaha, nanti depan toko restoran juga harus ada pengumuman bahwa restoran ini hanya menerima persatu waktu misalnya 10 meja dari tadinya 20. Sehingga orang yang kesebelas dia bisa menunggu orang kesepuluh keluar, baru dia masuk,” ungkapnya.
Selain itu, setiap orang yang datang ke pusat pebelanjaan harus menggunakan masker dan sarung tangan. Hal ini dinilai akan mencegah penularan COVID-19.
(Baca: Forum Orang Tua Siswa Kota Bandung Keberatan Wacana Masuk Sekolah Juni 2020)
“Kenapa? orang pegang-pegang nanti di tempat usaha kan. Beli shampo nggak jadi, datang pengunjung lain pegang lagi. Nanti mungkin ada potensi penularan. Jadi itulah adaptasi baru yang akan kita lakukan di tempat ini,” ujar dia.
Menurut Ridwan Kamil , masyarakat di Jawa Barat mesti mulai beradaptasi dengan kondisi di tengah pandemi COVID-19. ”Di Jabar kata kuncinya adaptasi, bukan pelonggaran, bukan relaksasi, tapi adaptasi terhadap moralitas baru,” katanya
Selain itu, setiap orang yang datang ke pusat pebelanjaan harus menggunakan masker dan sarung tangan. Hal ini dinilai akan mencegah penularan COVID-19.
(Baca: Forum Orang Tua Siswa Kota Bandung Keberatan Wacana Masuk Sekolah Juni 2020)
“Kenapa? orang pegang-pegang nanti di tempat usaha kan. Beli shampo nggak jadi, datang pengunjung lain pegang lagi. Nanti mungkin ada potensi penularan. Jadi itulah adaptasi baru yang akan kita lakukan di tempat ini,” ujar dia.
Menurut Ridwan Kamil , masyarakat di Jawa Barat mesti mulai beradaptasi dengan kondisi di tengah pandemi COVID-19. ”Di Jabar kata kuncinya adaptasi, bukan pelonggaran, bukan relaksasi, tapi adaptasi terhadap moralitas baru,” katanya
(muh)
Lihat Juga :