Kementan Jadikan Model Pengembangan Sagu di Luwu sebagai Rujukan

Selasa, 15 Juni 2021 - 19:19 WIB
Menurut I Ketut Ardana, petani sagu di Luwu menerapkan model terintegrasi. Yakni, petani sekaligus pemilik pengolahan sagu secara terintegrasi membentuk mata rantai produksi, mulai dari panen, pengolahan bahan baku sagu, distribusi produk hingga pengolahan tepung sagu menjadi bahan siap konsumsi, dikerjakan dalam satu lokasi.

"Dari aspek ekonomi, model ini lebih menguntungkan karena petani mendapat nilai tambah sekitar Rp2 juta perbulannya. Dari aspek sosial, manfaatnya dapat menyerap tenaga kerja, mulai dari penebangan pohon kayu, hingga proses selanjutnya," ungkap I Ketut Ardana.

Baca juga:Pansus Ranperda Pembangunan Pariwisata Luwu Konsultasi ke Kemenparekraf

Model terintegrasi inilah kata dia yang akan dijadikan percontohan oleh Kementan dalam perencanaan pengembangan kawasan Food Estate sagu di Provinsi Riau dan Papua.

Kepala Dinas Pertanian, Albaruddin Andi Picunang mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian Kementan terhadap petani di Kabupaten Luwu
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!