Program Vaksinasi Gotong Royong di Makassar Minim Peminat
Kamis, 10 Juni 2021 - 10:29 WIB
"Yang daftar saja masih tetap lima perusahaan dari laporan terakhir," ujar Ketua Apindo Kota Makassar Muammar Muhayyang.
Padahal, program tersebut merupakan program pusat yang diperuntukkan bagi perusahaan agar vaksinasi dapat berjalan tanpa mengikuti vaksinasi yang dijadwalkan pemerintah.
Skemanya, perusahaan yang membiayai dan menyediakan vaksin tersebut bagi karyawannya, agar mereka secepatnya dapat bekerja dan menggerakkan kembali ekonomi.
Hanya saja, animo perusahaan dan pekerja terbilang kecil, lantaran harga yang disediakan cukup mahal dan dinilai cukup membebani perusahaan di tengah ekonomi yang tidak begitu stabil.
Baca Juga: Vaksinasi Guru dan Tenaga Pendidik: 31,2% Dosis Pertama, 19,4% Dosis Kedua
"Banyak yang diarahkan ke puskesmas karena gratis. Kalau gotong royong kan masih menunggu bagaimana kelanjutannya, masalahnya harus dibayar dulu baru divaksin," pungkasnya.
Padahal, program tersebut merupakan program pusat yang diperuntukkan bagi perusahaan agar vaksinasi dapat berjalan tanpa mengikuti vaksinasi yang dijadwalkan pemerintah.
Skemanya, perusahaan yang membiayai dan menyediakan vaksin tersebut bagi karyawannya, agar mereka secepatnya dapat bekerja dan menggerakkan kembali ekonomi.
Hanya saja, animo perusahaan dan pekerja terbilang kecil, lantaran harga yang disediakan cukup mahal dan dinilai cukup membebani perusahaan di tengah ekonomi yang tidak begitu stabil.
Baca Juga: Vaksinasi Guru dan Tenaga Pendidik: 31,2% Dosis Pertama, 19,4% Dosis Kedua
"Banyak yang diarahkan ke puskesmas karena gratis. Kalau gotong royong kan masih menunggu bagaimana kelanjutannya, masalahnya harus dibayar dulu baru divaksin," pungkasnya.
Lihat Juga :