Kunjungi Pabrik Gula PT KTM, DPRD Jawa Timur Sebut Permenperin 3/2021 Bikin Biaya Produksi Tinggi

Rabu, 09 Juni 2021 - 06:02 WIB
DPRD Jatim saat melakukan kunjungan kerja ke PT Kebun Tebu Mas (KTM) di Lamongan
LAMONGAN - DPRD Jawa Timur (Jatim) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke PT Kebun Tebu Mas (KTM) di Lamongan, Selasa (8/6/2021) guna mengetahui kondisi industri pergulaan saat ini. Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Jatim, Aliyadi Mustofa diterima langsung Direktur PT KTM Agus Susanto.

Dalam kesempatan tersebut, Aliyadi Mustofa menyayangkan kebutuhan gula rafinasi untuk industri besar dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Jatim harus dipasok dari luar daerah. Sehingga mereka harus mengeluarkan tambahan biaya transportasi lagi. “Akibatnya, terjadi biaya tinggi dalam proses produksi,” katanya.



Kondisi tersebut disebabkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 3/2021 tentang Jaminan ketersediaan Bahan Baku Industri Gula Dalam Rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional. Dalam Permenperin itu disebutkan, pabrik yang dapat mengolah rafinasi dibatasi hanya bagi pabrik yang izin usahanya terbit sebelum 25 Mei 2010. Sedangkan pabrik pengolah gula rafinasi di Jatim tidak ada yang memenuhi kriteria tersebut.

Baca juga: Sudah 8.293 Pengendara di Suramadu Swab Antigen, 53 Orang Positif Setelah Tes Swab PCR

“Kami bersama jajaran pemerintah akan bersama-sama melakukan koordinasi ke Jakarta. Karena Permen itu terbitnya kan di Kementerian di Jakarta. Sehingga untuk menyuarakan ini harus ke Jakarta. Intinya apa yang ada dalam Permen, paling tidak harus berikan arti positif bagi PG (pabrik gula) di Jatim dan masyarakat Jatim,” ungkap Aliyadi.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Anggota Komisi B DPRD Jatim, Subianto dari Fraksi Demokrat. Menurutnya, kebutuhan industri di Jatim harusnya disuplai dari perusahaan di Jatim. “Kalau disuplai dari sini (pabrik gula di Jatim), biaya atau ongkosnya lebih murah. Kalau dari daerah lain ada tambahan biaya transportasi. Kasihan para pelaku UMKM dan industri mamin. Kami ingin perekonomian Jatim lebih kondusif,” tegas Subianto.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!