Pabrik Gula Kelapa Tradisional Jadi Tempat Wisata Menarik di Desa Karangrejo Magelang
Kamis, 15 Mei 2025 - 16:35 WIB
loading...
Dusun Sendaren, Desa Karangrejo, Magelang, Jawa Tengah, kini menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik dikunjungi. FOTO/IST
A
A
A
MAGELANG - Dusun Sendaren, Desa Karangrejo, Magelang, Jawa Tengah, kini menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik dikunjungi. Desa ini terdapat pabrik pengolahan gula kelapa tradisional, yang dinamakan Gubuk Kopi.
Setiap pelancong yang datang ke tempat ini dipastikan mendapat edukasi mengenai proses pembuatan gula kelapa tradisional dari Agus Prayitno, sang pemilik. Pengunjung juga akan disuguhi secangkir teh hangat yang dipadukan dengan potongan gula kelapa.
Menurut Agus, produksi gula kelapa di Karangrejo sangat bergantung pada pohon kelapa tua yang ditanam sejak zaman nenek moyang. Beberapa pohon bahkan mencapai usia sekitar 100 tahun, menjulang hingga 15 meter.
Guna meningkatkan produksi gula, sejak beberapa tahun lalu ia dan masyarakat desa mulai menanam pohon kelapa jenis hybrida dengan cara tumpangsari, yakni ditanam tersebar di pekarangan rumah warga, sebagai pembatas jalan atau lahan. Jika ditanam di tanah khusus seperti perkebunan, tidak memungkinkan karena pohon baru bisa diproduksi minimal 5 tahun ke depan.
"Jadi selama jangka waktu itu, sayang jika lahan menjadi tidak produktif,” jelas Agus, dikutip Kamis (15/5/2025).
Setiap pelancong yang datang ke tempat ini dipastikan mendapat edukasi mengenai proses pembuatan gula kelapa tradisional dari Agus Prayitno, sang pemilik. Pengunjung juga akan disuguhi secangkir teh hangat yang dipadukan dengan potongan gula kelapa.
Menurut Agus, produksi gula kelapa di Karangrejo sangat bergantung pada pohon kelapa tua yang ditanam sejak zaman nenek moyang. Beberapa pohon bahkan mencapai usia sekitar 100 tahun, menjulang hingga 15 meter.
Guna meningkatkan produksi gula, sejak beberapa tahun lalu ia dan masyarakat desa mulai menanam pohon kelapa jenis hybrida dengan cara tumpangsari, yakni ditanam tersebar di pekarangan rumah warga, sebagai pembatas jalan atau lahan. Jika ditanam di tanah khusus seperti perkebunan, tidak memungkinkan karena pohon baru bisa diproduksi minimal 5 tahun ke depan.
"Jadi selama jangka waktu itu, sayang jika lahan menjadi tidak produktif,” jelas Agus, dikutip Kamis (15/5/2025).
Lihat Juga :