Situasi di Buol Kondusif Pasca-Pengeroyokan Kades usai Salat Id
Senin, 25 Mei 2020 - 06:57 WIB
Sebelumnya jajaran Polres Buol mengamankan sedikitnya 19 jamaah masjid yang diduga mengeroyok Kepala Desa Bulaguding, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Hamsah, Minggu, (24/5/2020).
Hamsah dikeroyok usai pelaksanaan Salat Idul Fitri pada Minggu pagi. Hamsah dikeroyok bersama anggota Linmas dan satgas COVID-19 tingkat desa karena dianggap melarang pelaksanaan salat Id. (Baca: Ingatkan Warga Salat Id di Rumah, Kades di Buol Sulteng Dikeroyok Warga)
"Ya jajaran Polres Buol sudah mengamankan belasan warga yang diduga menganiaya dan sebagai provokator penganiayaan terhadap Kades Bulaguding, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol," kata Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto kepada SINDOnews, Senin (25/5/2020)
Peristiwa pengeroyokan itu, kata Kabid Humas, bermula ketika Hamsah bersama sejumlah anggota linmas dan relawan COVID-19 mendatangi Masjid An Nikmah di desa setempat. Mereka menemui imam masjid untuk berdiskusi.
"Pak Kades menegur supaya salat dilakukan dengan memperhatikan protokol COVID-19 sesuai anjuran pemerintah. Tapi yang terjadi ada kesalahpahaman serta diduga ada warga yang menjadi provokator dan melakukan penyerangan. Akibatnya kericuhan tak terhindarkan," timpal Kabid Humas.
Hamsah dikeroyok usai pelaksanaan Salat Idul Fitri pada Minggu pagi. Hamsah dikeroyok bersama anggota Linmas dan satgas COVID-19 tingkat desa karena dianggap melarang pelaksanaan salat Id. (Baca: Ingatkan Warga Salat Id di Rumah, Kades di Buol Sulteng Dikeroyok Warga)
"Ya jajaran Polres Buol sudah mengamankan belasan warga yang diduga menganiaya dan sebagai provokator penganiayaan terhadap Kades Bulaguding, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol," kata Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto kepada SINDOnews, Senin (25/5/2020)
Peristiwa pengeroyokan itu, kata Kabid Humas, bermula ketika Hamsah bersama sejumlah anggota linmas dan relawan COVID-19 mendatangi Masjid An Nikmah di desa setempat. Mereka menemui imam masjid untuk berdiskusi.
"Pak Kades menegur supaya salat dilakukan dengan memperhatikan protokol COVID-19 sesuai anjuran pemerintah. Tapi yang terjadi ada kesalahpahaman serta diduga ada warga yang menjadi provokator dan melakukan penyerangan. Akibatnya kericuhan tak terhindarkan," timpal Kabid Humas.
Lihat Juga :