Jangan Abaikan Gejala Dislipidemia, Akan Timbulkan Bahaya Ini
Rabu, 02 Juni 2021 - 16:18 WIB
Foto ilustrasi/SINDOnews
DEPOK - Dokter Muhammad Ramadhan dari Siloam Hospitals , Depok mengingatkan agar tidak menganggap remeh gejala dislipidemia. Melalui webinar Siloam Hospitals Jantung Diagram Edukasi, Ramadhan menjelaskan, bila ada yang secara langsung dengan periodik berulang mengalami keluhan seperti merasa pusing, pegal pada tengkuk ataupun rasa kesemutan pada ujung tangan dan kaki, bisa jadi itu gejala yang diakibatkan oleh dislipidemia.
Selain itu juga gejala serangan jantung seperti nyeri dada yang diikuti dengan sesak napas dan keringat dingin, salah satu penyebabnya adalah dislipidemia. Dislipidemia itu sendiri adalah kandungan kadar lemak jahat (LDL) dalam darah yang terlalu tinggi atau kadar lemak baik (HDL) yang terlalu rendah.Baca juga: Jangan Sepelekan Kebiasaan Mager, Ini Penjelasan Dokter Siloam Hospitals
"Mengacuhkan gejala dislipidemia akan berdampak jangka panjang, yaitu penyumbatan pembuluh darah . Contoh bila kadar kolesterol tetap tinggi maka plak akan semakin bertambah sehingga pembuluh darah semakin sempit dan mudah tersumbat, bila sumbatan terjadi di pembuluh darah koroner maka akan menyebabkan serangan jantung dan bila terjadi di pembuluh darah otak maka akan menyebabkan stroke," bebernya.
Dia menjelaskan, penyebab dislipidemia bisa karena gangguan metabolisme. Namun yang kerap terjadi umumnya disebabkan karena konsumsi makanan tinggi lemak yang berlebih sehingga menimbulkan obesitas yang disertai dengan kurangnya aktivitas fisik. Baca juga: Idap Penyumbatan Pembuluh Darah, Pak Ogah Terbaring Lemah di Rumah
Selain itu juga gejala serangan jantung seperti nyeri dada yang diikuti dengan sesak napas dan keringat dingin, salah satu penyebabnya adalah dislipidemia. Dislipidemia itu sendiri adalah kandungan kadar lemak jahat (LDL) dalam darah yang terlalu tinggi atau kadar lemak baik (HDL) yang terlalu rendah.Baca juga: Jangan Sepelekan Kebiasaan Mager, Ini Penjelasan Dokter Siloam Hospitals
"Mengacuhkan gejala dislipidemia akan berdampak jangka panjang, yaitu penyumbatan pembuluh darah . Contoh bila kadar kolesterol tetap tinggi maka plak akan semakin bertambah sehingga pembuluh darah semakin sempit dan mudah tersumbat, bila sumbatan terjadi di pembuluh darah koroner maka akan menyebabkan serangan jantung dan bila terjadi di pembuluh darah otak maka akan menyebabkan stroke," bebernya.
Dia menjelaskan, penyebab dislipidemia bisa karena gangguan metabolisme. Namun yang kerap terjadi umumnya disebabkan karena konsumsi makanan tinggi lemak yang berlebih sehingga menimbulkan obesitas yang disertai dengan kurangnya aktivitas fisik. Baca juga: Idap Penyumbatan Pembuluh Darah, Pak Ogah Terbaring Lemah di Rumah
Lihat Juga :