Sejumlah ASN Lingkup Pemkab Maros Disebut Terpapar Radikalisme
Kamis, 27 Mei 2021 - 16:36 WIB
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maros, To Wadeng. Foto: Sindonews/Najmi Limonu
MAROS - Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Maros, teridentifikasi telah terpapar dengan radikalisme dan terorisme.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maros, To Wadeng mengatakan, sejumlah ASN yang terpapar itupun, tengah dalam pemantauan dan pembinaan Kesbangpol bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Baca Juga: Dishub Maros Petakan Titik Macet di Jalur Trans Sulawesi
"Iya ada beberapa (ASN) dan kita sudah deteksi semua. Nah sekarang ini, kita sudah melakukan pemantauan serta pembinaan bersama FKUB," kata To Wadeng di sela-sela pengukuhan FKUB Maros , Kamis (29/05/2021).
Menurut To Wadeng, pasca hebohnya pengungkapan kasus dan aksi teror di Gereja Katedral Makassar, sejumlah pelaku memang diketahui berasal dari Maros. Bahkan salah seorang terduga yang turut diamankan Densus 88 karena teroris, masih berstatus ASN.
"Olehnya itu, memang pihak kami bersama FKUB terus melakukan upaya pembinaan. Baik itu warga yang terduga terpapar maupun kelompok tertentu yang ditengarai fahamnya ke arah sana," lanjutnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maros, To Wadeng mengatakan, sejumlah ASN yang terpapar itupun, tengah dalam pemantauan dan pembinaan Kesbangpol bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Baca Juga: Dishub Maros Petakan Titik Macet di Jalur Trans Sulawesi
"Iya ada beberapa (ASN) dan kita sudah deteksi semua. Nah sekarang ini, kita sudah melakukan pemantauan serta pembinaan bersama FKUB," kata To Wadeng di sela-sela pengukuhan FKUB Maros , Kamis (29/05/2021).
Menurut To Wadeng, pasca hebohnya pengungkapan kasus dan aksi teror di Gereja Katedral Makassar, sejumlah pelaku memang diketahui berasal dari Maros. Bahkan salah seorang terduga yang turut diamankan Densus 88 karena teroris, masih berstatus ASN.
"Olehnya itu, memang pihak kami bersama FKUB terus melakukan upaya pembinaan. Baik itu warga yang terduga terpapar maupun kelompok tertentu yang ditengarai fahamnya ke arah sana," lanjutnya.
Lihat Juga :