KPK Tuntut Makelar Pengadaan RTH Kota Bandung 9 Tahun Penjara
Rabu, 26 Mei 2021 - 01:15 WIB
Budi juga mengatakan, KPK membebankan kerugian negara sebesar Rp19 miliar dikurangi beberapa sertifikat tanah dan bangunan. Jika terdakwa tidak mampu membayar kerugian negara, kata Budi, maka harta bendanya akan disita untuk negara.
Baca juga: Waspadai Potensi Gelombang Tinggi saat Fase Gerhana Bulan pada Rabu Besok
"Jika tidak memiliki harta benda diganti kurungan penjara selama 2 tahun," sebutnya seraya menambahkan, hingga saat ini, KPK sudah menyita 65 sertifikat tanah dan dua unit mobil dari tangan terdakwa.
Usai persidangan, Dadang Suganda mengaku kecewa atas tuntutan KPK. Menurutnya, tuntutan KPK berlebihan jika dibandingkan terdakwa lainnya, seperti Herry Nurhayat yang hanya dituntut 4 tahun penjara.
"Tuntutan jaksa berlebihan. Herry aja empat tahun, kenapa saya sembilan tahun? Tapi finalisasi nanti di majelis hakim, saya berharap ada keadilan," ungkapnya.
Dadang juga menolak cap sebagai makelar. Dia menegaskan, dalam kasus ini, dirinya hanya menjual tanah kepada Pemerintah Kota Bandung. Hal itu, kata dia, harus dicermati secara jeli oleh KPK.
Baca juga: Waspadai Potensi Gelombang Tinggi saat Fase Gerhana Bulan pada Rabu Besok
"Jika tidak memiliki harta benda diganti kurungan penjara selama 2 tahun," sebutnya seraya menambahkan, hingga saat ini, KPK sudah menyita 65 sertifikat tanah dan dua unit mobil dari tangan terdakwa.
Usai persidangan, Dadang Suganda mengaku kecewa atas tuntutan KPK. Menurutnya, tuntutan KPK berlebihan jika dibandingkan terdakwa lainnya, seperti Herry Nurhayat yang hanya dituntut 4 tahun penjara.
"Tuntutan jaksa berlebihan. Herry aja empat tahun, kenapa saya sembilan tahun? Tapi finalisasi nanti di majelis hakim, saya berharap ada keadilan," ungkapnya.
Dadang juga menolak cap sebagai makelar. Dia menegaskan, dalam kasus ini, dirinya hanya menjual tanah kepada Pemerintah Kota Bandung. Hal itu, kata dia, harus dicermati secara jeli oleh KPK.
Lihat Juga :