XTC Indonesia Klarifikasi Kabar Panglima Geng Motor Serang Perwira Polisi di Bandung
Sabtu, 22 Mei 2021 - 07:14 WIB
Sejak saat itu, kata Beje, pengurus XTC pun berkomiten menindak tegas anggotanya yang berulah mengusik nota perdamaian yang sudah disepakati bersama itu. "Kita berikan sanksi tegas kepada yang melanggar. Kita lihat dulu, kalau ringan, kita berhentikan selama satu hingga tiga tahun. Tapi kalau berat, kita cabut KTA (kartu tanda anggota) dan keanggotaannya," tegasnya.
Diketahui, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Teddy Sigit Rahmdhani menjadi korban penyerangan anggota geng motor saat melakukan penindakan terhadap para pelaku kejahatan jalanan di Kota Bandung.
Korban yang menjabat Kanit Reskrim Polsek Rancasari itu nyaris terluka akibat ulah pelaku yang berupaya melakukan perlawanan dengan balok kayu dan senjata tajam saat akan ditangkap. Pelaku diketahui bernama Dadan Kusmana bin Usep Warsa (34). Baca juga: Asyik Nongkrong di Kafe, Mahasiswa Babak Belur Dihajar Kawanan Geng Motor
AKP Teddy Sigit Rahmdhani mengaku, dirinya masih terlindungi dari kayu balok dan badik yang dilayangkan pelaku ke kepalanya karena menggunakan helm full face. Dia pun terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur karena pelaku tidak mengindahkan peringatannya.
"Pas dia keluarkan pisau, saya beri peringatan. Saya bilang saya polisi, tapi dia tidak menghiraukan. Saya tembak dua kali di bagian punggung dan pinggangnya. Dia terjatuh," ungkapnya di Polsek Rancasari, Kota Bandung, Kamis (20/5/2021).
Diketahui, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Teddy Sigit Rahmdhani menjadi korban penyerangan anggota geng motor saat melakukan penindakan terhadap para pelaku kejahatan jalanan di Kota Bandung.
Korban yang menjabat Kanit Reskrim Polsek Rancasari itu nyaris terluka akibat ulah pelaku yang berupaya melakukan perlawanan dengan balok kayu dan senjata tajam saat akan ditangkap. Pelaku diketahui bernama Dadan Kusmana bin Usep Warsa (34). Baca juga: Asyik Nongkrong di Kafe, Mahasiswa Babak Belur Dihajar Kawanan Geng Motor
AKP Teddy Sigit Rahmdhani mengaku, dirinya masih terlindungi dari kayu balok dan badik yang dilayangkan pelaku ke kepalanya karena menggunakan helm full face. Dia pun terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur karena pelaku tidak mengindahkan peringatannya.
"Pas dia keluarkan pisau, saya beri peringatan. Saya bilang saya polisi, tapi dia tidak menghiraukan. Saya tembak dua kali di bagian punggung dan pinggangnya. Dia terjatuh," ungkapnya di Polsek Rancasari, Kota Bandung, Kamis (20/5/2021).
(don)
Lihat Juga :