Satu Desa Lockdown, Awas Klaster Mudik. Selengkapnya di iNews Sore Sabtu Pukul 16.30 WIB
Sabtu, 01 Mei 2021 - 16:16 WIB
Di Pati Jawa Tengah, 39 warga Desa Kuryokalangan positif COVID-19 setelah menghadiri hajatan di rumah pemudik asal Jakarta. Foto iNews TV
PATI - Kurang dari dua pekan jelang Lebaran, mobilitas warga dari ibu kota ke kampung halaman mulai meningkat. Meski pengetatan dan larangan sudah diterapkan namun masih banyak warga yang mudik ke kampung halaman.
Yang dikhawatirkan pun terjadi, satu persatu klaster COVID19 akibat mudik bermunculan. Di Pati Jawa Tengah, 39 warga Desa Kuryokalangan positif COVID-19 setelah menghadiri hajatan di rumah pemudik asal Jakarta.
Ketua GTPP COVID 19 Pati Haryanto mengatakan, sebelumnya warga Desa Kuryokalangan itu memang ada hajatan manaqib. Sementara yang mengundang adalah warga yang baru pulang dari Jakarta.
Namun, warga tidak mengetahui bahwa empunya rumah itu rupanya positif COVID-19. "Manaqib kan satu perbuatan yang bagus ya. Kemudian makan bareng, enggak terasa orang yang menyelengarakan itu indikasi (COVID-19) karena dari Jakarta. Kemudian pak camatnya lapor kepada saya," katanya, Kamis (29/4).
Yang dikhawatirkan pun terjadi, satu persatu klaster COVID19 akibat mudik bermunculan. Di Pati Jawa Tengah, 39 warga Desa Kuryokalangan positif COVID-19 setelah menghadiri hajatan di rumah pemudik asal Jakarta.
Ketua GTPP COVID 19 Pati Haryanto mengatakan, sebelumnya warga Desa Kuryokalangan itu memang ada hajatan manaqib. Sementara yang mengundang adalah warga yang baru pulang dari Jakarta.
Namun, warga tidak mengetahui bahwa empunya rumah itu rupanya positif COVID-19. "Manaqib kan satu perbuatan yang bagus ya. Kemudian makan bareng, enggak terasa orang yang menyelengarakan itu indikasi (COVID-19) karena dari Jakarta. Kemudian pak camatnya lapor kepada saya," katanya, Kamis (29/4).
Lihat Juga :