Mudik Dilarang, Dinkes Jatim Berharap Angka Penularanan Tidak Seperti Tahun Lalu
Sabtu, 01 Mei 2021 - 12:58 WIB
Meski sudah ada larangan dan pengetatan disejumlah titik keluar masuk antar kota, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tetap mempersiapkan segala kemungkinan termasuk potensi lonjakan kasus COVID-19 pasca Idul Fitri. Untuk itu, Herlin mengapresiasi segala bantuan dari masyarakat dalam rangka turut memerangi pademi COVID-19.
Baca juga: Peringati Hari Buruh 1 Mei, Ratusan Buruh Serbu Gedung Negara Grahadi
"Idul Fitri yang paling diperhatikan adalah mengurangi pemudik. Untuk itu petugas harus dipersiapkan lebih baik lagi. Maka kebutuhan perlengkapan termasuk hazmat menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan, karena selain mereka harus menolong juga harus terlindungi dari virus yang ada," tegasnya.
Herlin tidak bisa memprediksi berapa jumlah total Hazmat yang dibutuhkan petugas medis di lapangan. Karena setiap kasus berbeda, sehingga kebutuhan APD ini sangat dinamis. Jika pasien meningkat maka otomatis kebutuhan APD juga meningkat.
"Karena setiap pelayanan dan sift harus ganti. Berapa kasus juga mempengaruhi hazmat yang dibutuhkan, begitu juga kalau ada kematian maka kita juga harus memakai hazmat. Jadi banyak kebutuhan melindungi petugas untuk mencegah penularan," tandasnya.
Baca juga: Peringati Hari Buruh 1 Mei, Ratusan Buruh Serbu Gedung Negara Grahadi
"Idul Fitri yang paling diperhatikan adalah mengurangi pemudik. Untuk itu petugas harus dipersiapkan lebih baik lagi. Maka kebutuhan perlengkapan termasuk hazmat menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan, karena selain mereka harus menolong juga harus terlindungi dari virus yang ada," tegasnya.
Herlin tidak bisa memprediksi berapa jumlah total Hazmat yang dibutuhkan petugas medis di lapangan. Karena setiap kasus berbeda, sehingga kebutuhan APD ini sangat dinamis. Jika pasien meningkat maka otomatis kebutuhan APD juga meningkat.
"Karena setiap pelayanan dan sift harus ganti. Berapa kasus juga mempengaruhi hazmat yang dibutuhkan, begitu juga kalau ada kematian maka kita juga harus memakai hazmat. Jadi banyak kebutuhan melindungi petugas untuk mencegah penularan," tandasnya.
(msd)
Lihat Juga :