Mudik Dilarang, Dinkes Jatim Berharap Angka Penularanan Tidak Seperti Tahun Lalu

Sabtu, 01 Mei 2021 - 12:58 WIB
loading...
Mudik Dilarang, Dinkes...
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana ketika menerima bantuan hazmat dari Kawan Lama Foundation. Foto/SINDONews/Ali Masduki
A A A
SURABAYA - Larangan mudik dilakukan sebagai paya mencegah penularan COVID-19. Larangan tersebut diberlakukan mulai tanggal 6 hingga 16 Mei 2021. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana, mengatakan langkah pemerintah itu semata-mata untuk menekan laju penularan COVID-19. Jumlah kasus positif COVID-19 di Jawa Timur pada lebaran tahun lalu meningkat drastis.

Jumlah kasus positif COVID-19 di Jatim pada hari pertama puasa, saat itu mencapai 690 kasus. Kemudian satu bulan berikutnya atau saat hari saya Idul Fitri tahun 2020, jumlah kasus COVID-19 meningkat tajam menjadi 3.642 kasus. Naik drastis lebih dari 4 kali lipat dengan tambahan kasus baru sebanyak 2.952.

Baca juga: Polda Jatim Terjunkan 1.999 Personel Amankan Peringatan Hari Buruh Sedunia

"Dari kebiasaan yang ada setiap libur panjang selalu cenderung terjadi kenaikan. Idul Fitri tahun lalu meningkat, tahun baru trend juga meningkat. Semoga angka penularanan tidak terjadi seperti tahun lalu," katanya usai menerima Hazmat dari ACE di Kantor Dinkes Jatim.

Meski sudah ada larangan dan pengetatan disejumlah titik keluar masuk antar kota, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tetap mempersiapkan segala kemungkinan termasuk potensi lonjakan kasus COVID-19 pasca Idul Fitri. Untuk itu, Herlin mengapresiasi segala bantuan dari masyarakat dalam rangka turut memerangi pademi COVID-19.

Baca juga: Peringati Hari Buruh 1 Mei, Ratusan Buruh Serbu Gedung Negara Grahadi

"Idul Fitri yang paling diperhatikan adalah mengurangi pemudik. Untuk itu petugas harus dipersiapkan lebih baik lagi. Maka kebutuhan perlengkapan termasuk hazmat menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan, karena selain mereka harus menolong juga harus terlindungi dari virus yang ada," tegasnya.

Herlin tidak bisa memprediksi berapa jumlah total Hazmat yang dibutuhkan petugas medis di lapangan. Karena setiap kasus berbeda, sehingga kebutuhan APD ini sangat dinamis. Jika pasien meningkat maka otomatis kebutuhan APD juga meningkat.

"Karena setiap pelayanan dan sift harus ganti. Berapa kasus juga mempengaruhi hazmat yang dibutuhkan, begitu juga kalau ada kematian maka kita juga harus memakai hazmat. Jadi banyak kebutuhan melindungi petugas untuk mencegah penularan," tandasnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Dorong Transparansi...
Dorong Transparansi Pendanaan NGO, Mahasiswa Jatim Minta Negara Perkuat Pengawasan
ESQ Raih Penghargaan...
ESQ Raih Penghargaan atas Inovasi Pemetaan Talenta ASN Terbanyak dan Termodern Berbasis AI di Jawa Timur
2 Dosen di Jawa Timur...
2 Dosen di Jawa Timur Ajari Ibu Rumah Tangga di Dukuh Setro Buat Minuman Herbal
Survei ARCI: 75,5% Warga...
Survei ARCI: 75,5% Warga Jawa Timur Puas Kebijakan Energi Prabowo–Gibran
Gempa M5,7 Guncang Banyuwangi
Gempa M5,7 Guncang Banyuwangi
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Lengkapi Berkas Perkara...
Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Anwar Sadad, KPK Periksa 6 Saksi
Rekomendasi
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
Planet Mars Berpotensi...
Planet Mars Berpotensi Layak Huni Miliaran Tahun Lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved