Manager Kimia Farma Tersangka Kasus Antigen Bekas Ternyata Warga Lubuklinggau
Jum'at, 30 April 2021 - 18:32 WIB
Picandi Mosko (45), manager Kimia Farma, tersangka kasus antigen bekas di Bandara Kualanamu ternyata warga Lubuklinggau Selatan II, Lubuklinggau Sumsel. Foto SINDOnews
LUBUKLINGGAU - Picandi Mosko (45), manager Kimia Farma, tersangka kasus antigen bekas di Bandara Kualanamu ternyata warga Griya Pasar Ikan, Jalan Lohan No. A.14-15, RT.7, Kelurahan Simpang Periuk Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Lubuklinggau Sumsel.
Dan saat ini diketahui tersangka Picandi Mosko sedang membangun rumah mewah di depan rumah lamanya. Dan ruma tersebut saat ini sedang proses pengerjaan, yang berada di Jalan Merbau RT.7 Griya Pasar Ikan Kelurahan Simpang Periuk. Para pekerja bangunan pun berhenti melakukan pekerjaan karena diminta berhenti oleh kerabat Picandi. Baca juga: Kapolda Sumut: Layanan Rapid Test Bekas Terjadi sejak Desember 2020
Menurut Antoni, salah seorang pekerja bangunan rumah tersangka, mereka pada hari Rabu (28/4/2021) masih bekerja, Kamis (29/4/2021) pagi saat kami datang, Nenek (kerabat Picandi, red) mengatakan tidak usah kerja, atau istirahat dulu. “Berhenti dulu kerja karena ada kerabat Picandi yang sakit di Padang. Kami sebenarnya mau ambil alat-alat tukang, tapi pagar di kunci,” katanya.
Senada dijelaskan pekerja lainnya Cecep, ia juga hendak mengambil alat-alat pertukangan karena hendak mudik ke Purwakarta, Jawa Barat. “Kami tidak bisa ambil,” tambahnya.Bac juga: Gak Pake Babibu Lagi, Kimia Farma Pecat Petugas Layanan Rapid Tes Kualanamu
Dan saat ini diketahui tersangka Picandi Mosko sedang membangun rumah mewah di depan rumah lamanya. Dan ruma tersebut saat ini sedang proses pengerjaan, yang berada di Jalan Merbau RT.7 Griya Pasar Ikan Kelurahan Simpang Periuk. Para pekerja bangunan pun berhenti melakukan pekerjaan karena diminta berhenti oleh kerabat Picandi. Baca juga: Kapolda Sumut: Layanan Rapid Test Bekas Terjadi sejak Desember 2020
Menurut Antoni, salah seorang pekerja bangunan rumah tersangka, mereka pada hari Rabu (28/4/2021) masih bekerja, Kamis (29/4/2021) pagi saat kami datang, Nenek (kerabat Picandi, red) mengatakan tidak usah kerja, atau istirahat dulu. “Berhenti dulu kerja karena ada kerabat Picandi yang sakit di Padang. Kami sebenarnya mau ambil alat-alat tukang, tapi pagar di kunci,” katanya.
Senada dijelaskan pekerja lainnya Cecep, ia juga hendak mengambil alat-alat pertukangan karena hendak mudik ke Purwakarta, Jawa Barat. “Kami tidak bisa ambil,” tambahnya.Bac juga: Gak Pake Babibu Lagi, Kimia Farma Pecat Petugas Layanan Rapid Tes Kualanamu
Lihat Juga :