Ratusan Hektar Lahan Pertanian Disiapkan untuk Ketahanan Pangan
Kamis, 21 Mei 2020 - 14:17 WIB
Untuk program ketahanan pangan, kata Kanisius, ada 27 kelompok tani yang tersebar di Enam Kampung (Purnama Jati, Ongan Jaya, Nawamukti, Takwa Bangun, Nawa Mulia, Bumisahaja) yang akan melaksanakan tugas pengelolaan tanaman pertanian tersebut.
“Tanaman pertanian jangka pendek ini sebagai langkah mengantisipasi dampak covid-19 bagi masyarakat, secara kusus dibidang pertanian sebagai langkah menyiapkan ketersediaan pangan lokal,” jelasnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Distan TPH) Kabupaten Jayapura, David Zakaria Kondobua mengatakan, program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh BPP Yapsi dalam menghadapi wabah covid-19 saat ini sangat baik, karena memanfaatkan jenis tanaman jangka pendek.
Sementara untuk realisasi hasil panen ke pasaran, akan melibatkan pihak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tetapi juga Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), sehingga hasil panen bisa disalurkan kepada yang membutuhkan.
“Untuk umbi-umbian bisa 130 hari, padi 100 hari, jagung 60 hari, sayur mayur 30 hari, sehingga hanya membutuhkan kesiapan petani untuk dapat mengelolahnya dengan baik,” pungkasnya.
“Tanaman pertanian jangka pendek ini sebagai langkah mengantisipasi dampak covid-19 bagi masyarakat, secara kusus dibidang pertanian sebagai langkah menyiapkan ketersediaan pangan lokal,” jelasnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Distan TPH) Kabupaten Jayapura, David Zakaria Kondobua mengatakan, program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh BPP Yapsi dalam menghadapi wabah covid-19 saat ini sangat baik, karena memanfaatkan jenis tanaman jangka pendek.
Sementara untuk realisasi hasil panen ke pasaran, akan melibatkan pihak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tetapi juga Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), sehingga hasil panen bisa disalurkan kepada yang membutuhkan.
“Untuk umbi-umbian bisa 130 hari, padi 100 hari, jagung 60 hari, sayur mayur 30 hari, sehingga hanya membutuhkan kesiapan petani untuk dapat mengelolahnya dengan baik,” pungkasnya.
(ars)
Lihat Juga :