Milad Ke-4, Himpuni Pertegas Konsolidasi dan Bakti Bagi Negeri
Kamis, 21 Mei 2020 - 13:22 WIB
Dalam paparan pembukanya, Dr. Maryono Koordinator Presidium Himpuni mengatakan, dari hasil riset 'keroyokan' antara Tim UMKM Himpuni, Aprindo, Arrbey Research, periode 1-13 Mei secara daring diperoleh hasil bahwa UMKM perlu dukungan untuk bangkit; UMKM perlu akses pasar ritel; Pengembangan start up di UMKM kampus; Mahasiswa berpotensi menjadi eksportir; dan Pengembangan ekosistem start up terpadu.
Untuk itu, lanjut Maryono, secara khusus Tim UMKM Himpuni menyerahkan hasil kajian kepada Menteri Teten. Tidak itu saja, Himpuni juga menandatangani kesepakatan bersama dengan Aprindo dan GPEI. "Himpuni mau memperjuangkan UKM kampus go nasional go global," tambah Maryono.
Pada kesempatan itu, Teten menyambut baik dan menyatakan siap bekerja sama dengan Himpuni dalam memajukan UKM, khususnya di kampus-kampus. "Saya sangat mengapresiasi perjuangan Himpuni untuk mensupport UKM di Indonesia," kata Teten.
Dipaparkan juga skema program pemerintah terhadap UKM di Indonesia, mulai dari pemberian insentif pajak sampai relaksasi dan restrukturisasi kredit UMKM, baik melalui penundaan angsuran maupun subdisi bunga.
Selain itu, kata Teten, pihaknya juga menyiapkan sejumlah pelatihan-pelatihan guna meningkatkan kualitas UKM, sehingga lebih berdaya saing tinggi. (BACA JUGA: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 912.000 Batang Rokok Tanpa Pita Cukai)
Untuk itu, lanjut Maryono, secara khusus Tim UMKM Himpuni menyerahkan hasil kajian kepada Menteri Teten. Tidak itu saja, Himpuni juga menandatangani kesepakatan bersama dengan Aprindo dan GPEI. "Himpuni mau memperjuangkan UKM kampus go nasional go global," tambah Maryono.
Pada kesempatan itu, Teten menyambut baik dan menyatakan siap bekerja sama dengan Himpuni dalam memajukan UKM, khususnya di kampus-kampus. "Saya sangat mengapresiasi perjuangan Himpuni untuk mensupport UKM di Indonesia," kata Teten.
Dipaparkan juga skema program pemerintah terhadap UKM di Indonesia, mulai dari pemberian insentif pajak sampai relaksasi dan restrukturisasi kredit UMKM, baik melalui penundaan angsuran maupun subdisi bunga.
Selain itu, kata Teten, pihaknya juga menyiapkan sejumlah pelatihan-pelatihan guna meningkatkan kualitas UKM, sehingga lebih berdaya saing tinggi. (BACA JUGA: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 912.000 Batang Rokok Tanpa Pita Cukai)
Lihat Juga :