2 Guru Korban Penembakan KKB di Distrik Boega Disambut Histeris Keluarga di Makassar
Minggu, 11 April 2021 - 20:20 WIB
Keduanya telah bertahun-tahun mengabdikan diri sebagai guru dalam hal meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Puncak Provinsi Papua.
Keluarga tidak bisa menahan tangis haru dan histeris saat jenazah almarhum dimasukkan ke dalam mobil ambulance untuk di bawa ke kampung halamannya.
Baca: Kelompok Bersenjata Tembak Mati Guru SD di Beoga Papua
Sementara itu, menurut istri Oktovianus Rayo, Natalina. Almarhum telah 10 tahun tinggal di daerah Distrik Boega, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, bersama empat orang anaknya.“Kami sudah tinggal lama di Distrik Boega sejak 2010 Agustus,” tuturnya kepada wartawan saat tiba di Makassar, Minggu (11/4/2021).
Dia pun mengaku masih syok atas kejadian mengerikan itu yang merenggut nyawa suaminya. “Saat kejadian saya berada di rumah, dan mendengar dua kali tembakan dari depan, ternyata suami saya sudah kena,” katanya.
Keluarga tidak bisa menahan tangis haru dan histeris saat jenazah almarhum dimasukkan ke dalam mobil ambulance untuk di bawa ke kampung halamannya.
Baca: Kelompok Bersenjata Tembak Mati Guru SD di Beoga Papua
Sementara itu, menurut istri Oktovianus Rayo, Natalina. Almarhum telah 10 tahun tinggal di daerah Distrik Boega, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, bersama empat orang anaknya.“Kami sudah tinggal lama di Distrik Boega sejak 2010 Agustus,” tuturnya kepada wartawan saat tiba di Makassar, Minggu (11/4/2021).
Dia pun mengaku masih syok atas kejadian mengerikan itu yang merenggut nyawa suaminya. “Saat kejadian saya berada di rumah, dan mendengar dua kali tembakan dari depan, ternyata suami saya sudah kena,” katanya.
Lihat Juga :