Menyuarakan Persatuan Dinilai Efektif Mencegah Paham Radikalisme
Selasa, 06 April 2021 - 20:49 WIB
Ketua Bidang Hubungan Internasional GMKI, Fawer Sihite menjelaskan, teror yang telah terjadi sejak 1981 ada sekitar 50 kasus terorisme. Menurutnya, sistem dan regulasi yang sudah ada sebenarnya cukup jelas bahwa lembaga memiliki kewenangan dalam menangani terorisme.
"GMKI selalu konsisten menyuarakan persatuan dan kebangsaan ditengah kaderisasi kita dengan aktif membuat kegiatan untuk menanamkan pemahaman. Perlu ada penanaman budaya sejak usia dini secara konsisten dan tersistem," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Najih Prastiyo, Ketua Umum IMM menilai bahwa upaya melawan radikalisme dengan cara radikal hanya akan menimbulkan efek domino. Konsep ini justru akan menambah daftar panjang radikalisme di Indonesia. Baca: Letusan Tembakan dan Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan Kapal Ikan Vietnam.
"Ada kecenderungan pelaku teror adalah anak muda dan bisa jadi kelompok muda ini gagap dalam membaca kondisi saat ini. Dalam konteks media sosial, kita sering alpa dalam melahirkan motivator baru. Ini juga yang perlu dipersiapkan oleh kita," ungkapnya.
"GMKI selalu konsisten menyuarakan persatuan dan kebangsaan ditengah kaderisasi kita dengan aktif membuat kegiatan untuk menanamkan pemahaman. Perlu ada penanaman budaya sejak usia dini secara konsisten dan tersistem," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Najih Prastiyo, Ketua Umum IMM menilai bahwa upaya melawan radikalisme dengan cara radikal hanya akan menimbulkan efek domino. Konsep ini justru akan menambah daftar panjang radikalisme di Indonesia. Baca: Letusan Tembakan dan Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan Kapal Ikan Vietnam.
"Ada kecenderungan pelaku teror adalah anak muda dan bisa jadi kelompok muda ini gagap dalam membaca kondisi saat ini. Dalam konteks media sosial, kita sering alpa dalam melahirkan motivator baru. Ini juga yang perlu dipersiapkan oleh kita," ungkapnya.
Lihat Juga :