Tangani COVID-19, Nakes di Palembang Segera Dapatkan Insentif
Rabu, 20 Mei 2020 - 15:25 WIB
Saat ini, lanjut Ayus, sejumlah tenaga medis di Palembang mulai merasa lelah menangani COVID-19. Ditambah banyaknya masyarakat yang tampak acuh dan melanggar aturan protokol kesehatan.
"Banyaknya masyarakat yang tidak memakai masker dan tidak berusaha menjaga jarak membuat nakes mulai merasa lelah dalam menangani COVID-19," katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, mengenai insentif paramedis saat ini pihaknya telah menganggarkan dana tersebut di setiap bulan berupa tunjangan kerja dan tambahan dari kemenkes.
"Kalau insentif dari pusat beda karena ada ada batas maksimal. Termasuk untuk paramedis maksimal Rp7,5 juta. Jadi bagi yang menangani COVID-19 dan belum terdata agar segera melapor karena sistemnya diajukan kemudian diverifikasi, setelah disetujui maka dibayarkan. Pemberian insentif mulai terhitung sejak Maret," tandasnya.
"Banyaknya masyarakat yang tidak memakai masker dan tidak berusaha menjaga jarak membuat nakes mulai merasa lelah dalam menangani COVID-19," katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, mengenai insentif paramedis saat ini pihaknya telah menganggarkan dana tersebut di setiap bulan berupa tunjangan kerja dan tambahan dari kemenkes.
"Kalau insentif dari pusat beda karena ada ada batas maksimal. Termasuk untuk paramedis maksimal Rp7,5 juta. Jadi bagi yang menangani COVID-19 dan belum terdata agar segera melapor karena sistemnya diajukan kemudian diverifikasi, setelah disetujui maka dibayarkan. Pemberian insentif mulai terhitung sejak Maret," tandasnya.
(boy)
Lihat Juga :