Dewan Minta Disdag Makassar Antisipasi Kelangkaan Elpiji Bersubsidi
Sabtu, 03 April 2021 - 12:15 WIB
"Harga naik, orang susah mendapatkan, dan ini yang biasa terjadi. Kalau sudah begitu, orang mau masak pakai apa, minyak tanah juga susah," jelasnya, Jumat (2/4/2021).
Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya menaikkan elpiji bersubsidi di tengah pandemi Covid-19 . Pasalnya, hingga kini kondisi perekonomian masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Baca juga: Sosialisasi Harga Baru LPG 3 Kilogram Terus Dilakukan di Gowa
Meski begitu, legislator PKS ini meminta pemerintah kota (pemkot) melakukan pengawasan dan kontrol harga hingga di tingkat pengecer, sebab pihaknya khawatir terjadi penimbunan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab.
"Kita minta pemerintah kota melalui Dinas Perdagangan melakukan operasi pasar, utamanya di warung-warung yang bersentuhan langsung dengan khalayak ramai. Kalau di Pertamina saya rasa normal, bisa dipantau, tapi warung kecil yang jual gas elpiji 3 kg itu yang susah dipantau," pungkasnya.
Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya menaikkan elpiji bersubsidi di tengah pandemi Covid-19 . Pasalnya, hingga kini kondisi perekonomian masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Baca juga: Sosialisasi Harga Baru LPG 3 Kilogram Terus Dilakukan di Gowa
Meski begitu, legislator PKS ini meminta pemerintah kota (pemkot) melakukan pengawasan dan kontrol harga hingga di tingkat pengecer, sebab pihaknya khawatir terjadi penimbunan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab.
"Kita minta pemerintah kota melalui Dinas Perdagangan melakukan operasi pasar, utamanya di warung-warung yang bersentuhan langsung dengan khalayak ramai. Kalau di Pertamina saya rasa normal, bisa dipantau, tapi warung kecil yang jual gas elpiji 3 kg itu yang susah dipantau," pungkasnya.
Lihat Juga :