Pandemi Covid-19 Berdampak Pendapatan Ojol, Insentif Mitra Dikurangi
Rabu, 20 Mei 2020 - 04:57 WIB
Pandemi Covid-19 berdampak pada kinerja ojek online, salah satunya Grab.Foto/ilustrasi
SURABAYA - Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negara berdampak pada banyak sektor. Salah satunya kinerja Grab. Pendapatan perusahaan transportasi asal Malaysia dari pengantaran orang dan barang ikut turun drastis.
Menurut Co Founder Grab, Tan Hooi Ling Co Founder Grab, mereka sedang mempersiapkan strategi menghadapi kemungkinan terburuk. Tentunya, Grab dalam kondisi ini mengharapkan uluran tangan investor utamanya, Softbank.
“Grab yang didukung oleh Softbank sedang mempersiapkan kemungkinan untuk musim dingin yang panjang,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/5/2020).
Menurutnya, imbas kebijakan pencegahan Covid-19 memukul lini jasa utama pengantaran orang. Hal itu tak setimpal dengan kenaikan lini jasa lainnya
Hal ini juga berimbas dengan driver Grab di Indonesia. Grab merubah skema bonus atau insentif bagi mitranya, imbasnya 45 komunitas driver Grab Malang Raya melakukan offbid massal atau berhenti beroperasi mulai tanggal 18 hingga 22 mei 2020.
Pengemudi Grab di Malang Raya mengakui mengalami penurunan pendapatan. Ini terjadi sejaknya manajemen Grab mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan insentif pada mitra karena menurunnya orderan.
Menurut Co Founder Grab, Tan Hooi Ling Co Founder Grab, mereka sedang mempersiapkan strategi menghadapi kemungkinan terburuk. Tentunya, Grab dalam kondisi ini mengharapkan uluran tangan investor utamanya, Softbank.
“Grab yang didukung oleh Softbank sedang mempersiapkan kemungkinan untuk musim dingin yang panjang,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/5/2020).
Menurutnya, imbas kebijakan pencegahan Covid-19 memukul lini jasa utama pengantaran orang. Hal itu tak setimpal dengan kenaikan lini jasa lainnya
Hal ini juga berimbas dengan driver Grab di Indonesia. Grab merubah skema bonus atau insentif bagi mitranya, imbasnya 45 komunitas driver Grab Malang Raya melakukan offbid massal atau berhenti beroperasi mulai tanggal 18 hingga 22 mei 2020.
Pengemudi Grab di Malang Raya mengakui mengalami penurunan pendapatan. Ini terjadi sejaknya manajemen Grab mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan insentif pada mitra karena menurunnya orderan.
Lihat Juga :