Mengintip Posko Terpadu Isolasi Mandiri COVID-19 di Pusat Kota Bandung

Selasa, 16 Maret 2021 - 11:34 WIB
Menurut Ili, hasil sumbangan yang terkumpul dari warga kemudian dibelanjakan untuk membeli sejumlah obat-obatan, vitamin, perlengkapan kesehatan, seperangkat kelengkapan standarisasi protokol kesehatan, serta bahan makanan dan kebutuhan ruang isolasi lainnya.

“Semua ini murni partisipasi masyarakat. Kita ada bantuan dari pihak kepolisian untuk panel struktur, papan evaluasi, panel zonasi,” jelasnya.

Baca juga: Bangkit dari Pandemi, Industri Fesyen Bandung Gelar Virtual Fashion Show

Kendati begitu, sampai saat ini tempat isolasi mandiri itu belum pernah digunakan. Dia berharap, jangan ada warganya yang terpapar. Walaupun, menjak pandemi COVID-19 terdeteksi di Kota Bandung hingga saat ini terdapat 21 warga RW 2 Sarijadi yang terpapar. Salah satunya meninggal dunia. Selebihnya, sudah ditangani dengan baik dan mendapat dukungan dari warga lainnya.

“Kalau kita ada ditemukan kasus suspek bisa dari RT langsung ke posko atau ke RW dulu. Nanti kita langsung 'tracing' mengidentifikasi, dan langsung penyemprotan. Bagi yang isolasi di rumah masyarakat peduli secara otomatis menyumbang makanan,” terangnya.

Bukan hanya fasilitas infrastruktur saja, namun di RW 2 Sarijadi pun bahkan memiliki mobil ambulans. Mobil ambulans ini pun merupakan murni hasil partisipasi warga yang dikelola oleh Yayasan Manarul Hidayah.

“Mottonya, ambulans gratis baik untuk RW 2 dan sekitarnya, dan sopirnya juga tidak dibayar. Bukan hanya di RW 2 saja tapi siapa saja boleh menggunakannya. Ini murni dari masyarakat,” kata Umar Djani, ketua Yayasan Manarul Hidayah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!