Akses Jalan Utama Dibeton Pemilik Tanah, Warga Ciledug Ini Harus Manjat Tembok Setiap Masuk Rumah
Jum'at, 12 Maret 2021 - 13:50 WIB
"Dua tahun lalu pagar beton depan rumah dibangun. Tetapi saat itu kami masih dikasih akses masuk ke rumah melalui jalan pintu gerbang, dan jalan yang dibuka hanya untuk satu motor saja," jelas Anna.
Baca juga: Akses Masuk Rumah Ditutup Tetangga, Ibu-Anak Ngungsi
Tetapi pada 22-23 Februari 2021, pihak ahli waris pemilik tanah di depan rumah menutup akses utama masuk ke rumahnya dengan pagar beton setinggi 2 meter. Tidak jelas kenapa jalan itu tiba-tiba ditutup. Anna dan keluarga sangat takut, apalagi penutupan itu disertai ancaman.
"Ada dua rumah yang terisolasi, rumah saya dan bidan. Tapi bidan dikasih kunci gerbang depan, saya tidak. Saya pernah minta kunci sama bidannya, tapi enggak boleh. Selain lewat tembok, bisa juga lewat belakang, dari kuburan. Tapi saya takut," paparnya.
Saat terjadi banjir besar Februari 2021, rumah Anna kebanjiran akibat meluapkan Kali Maharta. Pagar tembok beton di depan rumahnya roboh, diduga akibat tidak kuat menahan kuatnya arus kali.
Baca juga: Akses Masuk Rumah Ditutup Tetangga, Ibu-Anak Ngungsi
Tetapi pada 22-23 Februari 2021, pihak ahli waris pemilik tanah di depan rumah menutup akses utama masuk ke rumahnya dengan pagar beton setinggi 2 meter. Tidak jelas kenapa jalan itu tiba-tiba ditutup. Anna dan keluarga sangat takut, apalagi penutupan itu disertai ancaman.
"Ada dua rumah yang terisolasi, rumah saya dan bidan. Tapi bidan dikasih kunci gerbang depan, saya tidak. Saya pernah minta kunci sama bidannya, tapi enggak boleh. Selain lewat tembok, bisa juga lewat belakang, dari kuburan. Tapi saya takut," paparnya.
Saat terjadi banjir besar Februari 2021, rumah Anna kebanjiran akibat meluapkan Kali Maharta. Pagar tembok beton di depan rumahnya roboh, diduga akibat tidak kuat menahan kuatnya arus kali.
Lihat Juga :