Cerita Aminudin, dari Marbot Masjid hingga Menghuni Jeruji Besi

Rabu, 10 Maret 2021 - 06:43 WIB
Didalam sel, Amin tidak bisa meninggalkan kebiasaannya. Ia terus melakukan puasa sunah Daud seperti kebiasaan sebelumnya saat belum tersangkut kasus pidana. Jatah makan ia berikan kepada tahanan lain yang didominasi anak-anak muda.Aminudin berharap, virus kebaikannya yang ditebar bisa diterima Tuhan dan menjadi ladang penghapus kekhilafannya. "Umur sudah senja. Ibadah saja. Insyallah semua saya lakukan untuk Allah dan anak-anak saya," tandasnya.

Kapolsek Sukolilo, Kompol Subiyantana, mengakui kehadiran Amunudin sangat membantu tahanan lainnya. Selama didalam sel, Amin mengajarkan baca Al-Quran dan Salat lima waktu dengan tertib serta tepat waktu."Selama ini sebelum ada beliau, tahanan yang sadar tetap ibadah tapi masing-masing tidak bersama-sama. Karena kita tetap menghimbau agar tahanan melalukan kegiatan ibadah sesuai kayakinan masing-masing," tegasnya. Baca juga: Prioritas Petugas Rutan dan Lapas, Ditjen PAS Belum Agendakan Vaksin Tahanan

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Iptu Zainul Abidin menyebut, jika berkas perkara Aminudin sudah dinyatakan P-21 (berkas sempurna) oleh jaksa. Tersangka dijerat dengan pasal penganiayaan ringan karena memang hasil penyidikan aksi tersebut dilakukan secara spontan dan tidak direncanakan. Korban pun hanya luka ringan dibagian perut.

"Sudah tinggal kirim berkasnya. Beliau kami jerat dengan pasal penganiayaan ringan karena memang hasil penyidikan aksi itu dilakukan secara spontan dan tidak direncanakan. Korban pun hanya luka ringan dibagian perut," imbuhnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!