Gerakan Santri Bermasker, Kapolda Ingin Wujudkan Jatim Bebas Covid-19
Kamis, 25 Februari 2021 - 15:29 WIB
Pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini dihadiri sejumlah pejabat. Mereka di antaranya Sekretaris MUI Jatim Prof Akhmad Muzakki, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Rosidi, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Dr Saad Ibrahim MA, Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo KH Gus Ali Mashuri, perwakilan dari Kanwil Kemenag Jatim serta Kejaksaan Tinggi Jatim.
Kegiatan ini juga diikuti kiai, alim ulama dari seluruh ponpes di Jatim, ketua dan pengurus MUI, NU dan Muhammadiyah tingkat kabupaten/kota dan Forkopimda kabupaten/kota secara virtual. Baca juga: Belum Ada Bukti Epidemiologis Makanan atau Kemasan Makanan Sebarkan Covid-19
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa , dalam kesempatan ini mengatakan, dia ingin memanggil kembali memori warga bangsa, terutama Jawa Timur. Yang lebih spesifik adalah penguatan bermasker tetap bisa menjadi bagian dari pelaksanaan disiplin protokol kesehatan.
"Hari ini yang dilakukan adalah kembali pada gerakan bermasker untuk para santri, karena memang di Jawa Timur ini pesantren-pesantren dengan jumlah santri ribuan itu cukup besar dan cukup banyak. Dan kegiatan di pesantren banyak hal yang terus terkawal protokol kesehatannya, terutama bagimana bermasker dengan benar dan menjaga jarak serta mencuci tangan, 3M bahkan sekarang 5M, ini menjadi bagian yang kita konsolidasikan seiring dengan proses vaksinasi," ujarnya.
Kegiatan ini juga diikuti kiai, alim ulama dari seluruh ponpes di Jatim, ketua dan pengurus MUI, NU dan Muhammadiyah tingkat kabupaten/kota dan Forkopimda kabupaten/kota secara virtual. Baca juga: Belum Ada Bukti Epidemiologis Makanan atau Kemasan Makanan Sebarkan Covid-19
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa , dalam kesempatan ini mengatakan, dia ingin memanggil kembali memori warga bangsa, terutama Jawa Timur. Yang lebih spesifik adalah penguatan bermasker tetap bisa menjadi bagian dari pelaksanaan disiplin protokol kesehatan.
"Hari ini yang dilakukan adalah kembali pada gerakan bermasker untuk para santri, karena memang di Jawa Timur ini pesantren-pesantren dengan jumlah santri ribuan itu cukup besar dan cukup banyak. Dan kegiatan di pesantren banyak hal yang terus terkawal protokol kesehatannya, terutama bagimana bermasker dengan benar dan menjaga jarak serta mencuci tangan, 3M bahkan sekarang 5M, ini menjadi bagian yang kita konsolidasikan seiring dengan proses vaksinasi," ujarnya.
(poe)
Lihat Juga :