Bodebek-Bandung Raya Prioritas Vaksinasi Tahap II, Lansia Terima Layanan Khusus
Senin, 22 Februari 2021 - 19:51 WIB
"Nah, (vaksinasi COVID-19) akan kita lakukan di wilayah dengan kasus (COVID-19) yang tinggi. Jadi, mayoritas di Bodebek dan Bandung Raya itu akan didahulukan," ujar Ridwan Kamil seusai Rapat Koordinasi Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Jabar di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (22/2/2021).
Lebih lanjut, Gubernur yang akrab disapa Emil itu menyatakan, khusus bagi para lansia, pihaknya akan memberikan perhatian ekstra dengan menyiapkan layanan khusus. Emil menyadari bahwa lansia memiliki keterbatasan fisik. Mereka tidak bisa melakukan mekanisme yang berlaku, seperti mengantre di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).
Oleh karenanya, Emil mengaku, sudah mengajukan izin kepada pemerintah pusat, termasuk presiden untuk menerapkan sistem jemput bola menggunakan mobil.
"Itulah kenapa kami diizinkan oleh presiden dan menteri dalam negeri untuk menggunakan inovasi mobil vaksin. Jadi, nanti jangan kaget kalau ada mobil vaksinasi Jabar muter-muter di daerah yang sulit atau menjemput lansia yang mungkin secara fisik merepotkan untuk melakukan antrean dan prosedur ini," jelas Emil.
Dalam kesempatan itu, Emil juga mengklaim bahwa pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berpengaruh positif pada penanggulangan pandemi COVID-19 di provinsi yang dipimpinnya.
Salah satu indikator keberhasilan PPKM di Jabar, kata Emil, yakni tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit rujukan COVID-19 yang turun signifikan.
"Yang paling signifikan adalah dari keterisian rumah sakit yang sempat menyentuh angka 80 persen, per minggu ini berada di angka 58 persen," sebut Emil.
Tidak hanya itu, angka kematian juga tetap konsisten di angka 1,1%. Artinya, 98,9% yang terkonfirmasi positif dinyatakan sembuh atau masih dalam proses menuju sembuh.
Lebih lanjut, Gubernur yang akrab disapa Emil itu menyatakan, khusus bagi para lansia, pihaknya akan memberikan perhatian ekstra dengan menyiapkan layanan khusus. Emil menyadari bahwa lansia memiliki keterbatasan fisik. Mereka tidak bisa melakukan mekanisme yang berlaku, seperti mengantre di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).
Oleh karenanya, Emil mengaku, sudah mengajukan izin kepada pemerintah pusat, termasuk presiden untuk menerapkan sistem jemput bola menggunakan mobil.
"Itulah kenapa kami diizinkan oleh presiden dan menteri dalam negeri untuk menggunakan inovasi mobil vaksin. Jadi, nanti jangan kaget kalau ada mobil vaksinasi Jabar muter-muter di daerah yang sulit atau menjemput lansia yang mungkin secara fisik merepotkan untuk melakukan antrean dan prosedur ini," jelas Emil.
Dalam kesempatan itu, Emil juga mengklaim bahwa pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berpengaruh positif pada penanggulangan pandemi COVID-19 di provinsi yang dipimpinnya.
Salah satu indikator keberhasilan PPKM di Jabar, kata Emil, yakni tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit rujukan COVID-19 yang turun signifikan.
"Yang paling signifikan adalah dari keterisian rumah sakit yang sempat menyentuh angka 80 persen, per minggu ini berada di angka 58 persen," sebut Emil.
Tidak hanya itu, angka kematian juga tetap konsisten di angka 1,1%. Artinya, 98,9% yang terkonfirmasi positif dinyatakan sembuh atau masih dalam proses menuju sembuh.
Lihat Juga :